Peran Pendidikan Akhlak dalam Menumbuhkan Kesehatan Mental Siswa di MA Takhassus al-Qur’an 1 Mojotengah Wonosobo The Role of Moral Education in Fostering Students' Mental Health at MA Takhassus al-Qur’an 1 Mojotengah Wonosobo
Main Article Content
Abstract
Previous research on moral education and mental health has been dominated by quantitative approaches, so it has not fully described the process of internalizing moral values and students’ subjective experiences in depth. This study aims to describe students’ mental health conditions, analyze the role of moral education in fostering mental health, and identify supporting and inhibiting factors in its implementation at MA Takhassus Al-Qur’an 1 Mojotengah Wonosobo. This study used a qualitative approach with a field research design, involving the principal, the akidah akhlak teacher, the guidance and counseling teacher, and Grade XI students selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results showed that most students had fairly good mental health conditions, characterized by adaptability, positive social relationships, and active involvement in madrasah activities, although some students still experienced anxiety, lack of self-confidence, and difficulty controlling their emotions. Moral education played an important role through classroom learning, teacher role modeling, and religious habituation in helping students control their emotions, build inner calm, and strengthen character. Supporting factors in the implementation of moral education included the pesantren environment, rural community culture, a culture of tawaduk, and a religious school environment, whereas inhibiting factors included a lack of family support, the influence of negative peer environments, and the absence of a specific mental health program. The conclusion of this study emphasizes the importance of integrating moral education with structured mental health services so that students’ psychological needs can be addressed more optimally. These findings contribute to strengthening the literature on moral education and mental health and provide practical implications for madrasahs in designing character development programs integrated with professional psychological support.
Downloads
Article Details

Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
References
Ahmad, F., & Nurhayati, S. (2024). Konformitas Teman Sebaya Negatif dan Kaitannya dengan Perilaku Menyimpang Siswa di Sekolah Menengah. Jurnal Ilmu Perilaku dan Kesehatan Mental, 4(2), 112–124.
Anwar, M., Fitriani, D., & Rahmah, S. (2022). Konseptualisasi Kesehatan Mental Berbasis Religiusitas Dalam Lingkungan Pendidikan Modern. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Islam, 6(1), 28–41.
Ariadi, P. (2019). Kesehatan Mental Dalam Perspektif Islam. Syifa’ Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 3(2), 118–127. https://doi.org/10.32502/sm.v3i2.1433
Bafadhol, I. (2017). Pendidikan Akhlak Dalam Perspektif Islam. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 6(12), 45–61. https://doi.org/10.30868/ei.v6i12.178
Dakhi, A. S. (2020). Peningkatan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Education and Development, 8(2), 468–470. https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/1758
Fajri, N., Wahyuni, S., & Hidayat, R. (2022). Pengaruh Lingkungan Sosial Sekolah dan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Resiliensi Mental Siswa. Jurnal Psikologi dan Konseling Pendidikan, 5(1), 31–45.
Fitriani, R., & Yani, A. (2021). Hubungan Perhatian Orang Tua dengan Kesehatan Mental Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 6(1), 44–55.
Idi, A. (2011). Sosiologi Pendidikan: Individu, Masyarakat, dan Pendidikan. Raja Grafindo Persada.
Lutfi, M. D. (2020). Konsep Kesehatan Mental Remaja Dalam Pendidikan Islam: Telaah Pemikiran Zakiah Daradjat [Skripsi, IAIN Ambon]. http://repository.iainambon.ac.id/id/eprint/20
Marianty, D., Hidayati, A., & Widodo, P. B. (2025). Peran Guru dan Upaya Sekolah Dalam Menangani Kesehatan Mental Siswa di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis. Fathana: Jurnal Psikologi Ar-Raniry, 3(1), 41–55. https://doi.org/10.22373/fjpa.v3i1.587
Maulana, I., Haris, A., & Ihwan, I. (2025). Pengaruh Pembiasaan Ibadah Terhadap Pembentukan Karakter Disiplin Anak di Madrasah Ibtidaiyah Kota Bima. EL-Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar, 9(1), 259–269. https://doi.org/10.52266/el-muhbib.v9i1.4276
Moleong, L. J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
Mujtaba, M., & Salsabila, A. R. (2024). Pendidikan Akhlak Dalam Membina Orientasi Perilaku Sosial Remaja. Jurnal Penyelidikan Islam dan Kontemporer, 4(1), 10–22.
Munir, A. (2021). Internalisasi Nilai Akhlak Karakter Melalui Sistem Pengawasan Terpadu di Pondok Pesantren. Jurnal Kependidikan Islam, 11(2), 147–162.
Muslihah, A. (2019). Pengaruh Kesehatan Mental Siswa dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar PAI Siswa Kelas X di SMAN 2 Ponorogo Tahun Ajaran 2018/2019 [Skripsi, IAIN Ponorogo]. http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/9234
Prananda, A. R., Ramadhani, D., Meliala, N. A. S., Sirait, P. S. R., & Lyza, S. N. (2025). Hubungan Antara Ibadah dengan Kesehatan Mental Remaja Dalam Praktek Keagamaan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mental. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(7), 48–50. https://doi.org/10.59435/menulis.v1i7.503
Rahmawati, S. (2023). Hubungan Antara Kesepian (Loneliness) dengan Tingkat Kepercayaan Diri Peserta Didik di Sekolah Menengah. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terintegrasi, 5(2), 135–148.
Rahmawati, S., & Purwanto, A. (2024). Efektivitas Program Kesehatan Mental Terstruktur Berbasis Nilai Islam di Lingkungan Sekolah. Jurnal Ilmu Perilaku dan Kesehatan Mental, 5(1), 33–45.
Rambe, F. H., Diani, F. S., & Azzahra, M. C. (2025). Analisis Bibliometrik Tawadhu dan Humility Dalam Pendidikan Karakter: Tren Publikasi, Kolaborasi, dan Fokus Tematik 2017–2025. Journal of Psychology and Social Sciences, 3(4), 216–238. https://doi.org/10.61994/jpss.v3i4.1323
Sari, N. P., & Handayani, S. (2022). Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Konseling Pendidikan Islam, 3(2), 88–97.
Suaini. (2021). Peran Pendidikan Islam Dalam Pembinaan Kesehatan Mental Anak Perspektif Zakiah Daradjat [Skripsi, UIN Raden Intan Lampung]. http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/21
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syahran, M. (2021). Konsep Pendidikan Akhlak Pemikiran Ibnu Miskawaih dan Relevansinya dengan Pendidikan Karakter. Jurnal Dinamika Pendidikan Islam, 9(2), 136–150.
Zubaidi, A. (2024). Analisis Kerentanan Emosional Remaja Ditinjau dari Fungsi Support System Lingkungan Sosial. Jurnal Ilmu Perilaku dan Kesehatan Mental, 6(1), 74–86.




















