Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Kurikulum Merdeka terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa di SDN 02 Pariangan The Effect of Project-Based Learning Model in the Merdeka Curriculum on Learning Outcomes in Islamic Religious Education and Character Building of Students at SDN 02 Pariangan
Main Article Content
Abstract
This study is motivated by teaching practices that tend to be monotonous and lack variation in classroom management, which negatively affect student motivation and learning outcomes, particularly in the subject of Islamic Religious and Character Education (PAI and BP). The aim of this research is to describe the implementation of Project Based Learning (PjBL) within the Merdeka Curriculum, analyze the learning outcomes achieved, and examine the influence of the PjBL model on the learning outcomes of sixth-grade students at SDN 02 Pariangan. The research method used was quantitative with a correlational approach, involving a sample of 29 students. The results of simple linear regression analysis show a positive and significant relationship between pre-test and post-test scores (R = 0.807; significance = 0.000). The coefficient of determination (R²) was 0.651, indicating that 65.1% of the variation in students’ post-PjBL learning outcomes was influenced by their initial condition. In addition, the paired samples t-test showed a significant difference between pre-test and post-test scores (mean difference = -3.966; significance = 0.000), with a significant increase in post-test scores. These findings demonstrate that the implementation of PjBL within the Merdeka Curriculum has a positive impact on improving students’ learning outcomes in PAI and BP. The conclusion of this study is that PjBL is effective in enhancing learning achievement, encouraging active engagement, and fostering deeper understanding of the subject matter. The implications of this study suggest the need to adopt contextual and collaborative learning models such as PjBL in PAI and BP instruction at the elementary school level.
Downloads
Article Details

Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
References
Pemerintah Indonesia terus mengambil langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan suatu negara dipengaruhi oleh berbagai aspek, salah satunya adalah sistem pendidikan (Baharudin et al., 2022). Di Indonesia, sistem pendidikan nasional mencakup seperangkat perangkat pembelajaran yang menjadi tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran, yang dikenal sebagai kurikulum (Nurasiah et al., 2022). Peningkatan mutu pendidikan tidak lepas dari pemutakhiran kurikulum, dan di Indonesia, kurikulum telah mengalami banyak perubahan, yang terakhir adalah Kurikulum Merdeka (Manalu et al., 2022). Kurikulum ini bertujuan untuk mendukung proses pemulihan pembelajaran dan menyempurnakan kurikulum sebelumnya, sehingga peserta didik lebih siap menghadapi tantangan masa depan dan memaksimalkan potensinya.
Namun, penerapan Kurikulum Merdeka ini menuai perdebatan, ada yang berpendapat bahwa Kurikulum Merdeka terburu-buru dan belum dikembangkan secara menyeluruh. Penerapan kurikulum melibatkan penerapan semua elemen utama, seperti tujuan pembelajaran, bahan ajar, isi kurikulum, dan strategi atau metode pengajaran (Anjeliani et al., 2024). Guru merupakan kunci dalam pelaksanaan kurikulum, sehingga harus dipersiapkan dengan baik melalui pelatihan dan dukungan (Nazariana et al., 2024). Namun, masih terdapat kendala dalam sosialisasi Kurikulum Merdeka, di mana masih banyak guru yang kurang memiliki keterampilan teknologi.
Dalam pemutakhiran kurikulum, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah peningkatan isi kurikulum, kualitas pembelajaran, dan efektivitas metode pengajaran (Marzuqi & Ahid, 2023). Pendidikan Agama Islam (PAI) bertujuan untuk mengembangkan kepribadian peserta didik berdasarkan nilai-nilai Islam, untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat (Firmansyah, 2019). PAI melibatkan penyampaian prinsip-prinsip dan gaya hidup Islam, yang berlandaskan pada ajaran Nabi Muhammad SAW, Al-Qur'an, dan Sunnah.
Beberapa ahli mendefinisikan pendidikan Islam sebagai suatu proses untuk memengaruhi perilaku peserta didik dalam berbagai aspek kehidupan, melalui pengajaran profesional (Sapitri, 2022). Sebagian yang lain menyatakan bahwa PAI merupakan proses pengajaran untuk membimbing individu agar hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Islam (Judrah & Arjum, 2024). Inti dari pendidikan Islam adalah membentuk individu agar menjadi hamba Allah yang bertaqwa, dan Al-Qur'an dan Hadits merupakan landasan utama untuk itu (Atikah Salma Hidayati et al., 2024) (Sholihah & Maulida, 2020).
Namun, pembelajaran PAI menghadapi masalah seperti kurangnya kesadaran spiritual dan moral di kalangan siswa, fokus yang berlebihan pada pengetahuan teoritis, dan keterbatasan model pembelajaran konvensional (Jalal et al., 2021). Para ahli menyarankan bahwa pembelajaran PAI harus bersifat kontekstual dan aplikatif, menggabungkan pengetahuan dengan praktik kehidupan nyata, dan mempertimbangkan perkembangan kognitif dan emosional siswa (Nurjadid et al., 2025). Project-Based Learning (PjBL) dapat membantu mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan kesadaran spiritual dan moral, kemampuan aplikatif, keterampilan hidup, dan motivasi belajar (Fadil & Salam, 2025).
PjBL dipandang sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan pembelajaran, dengan menumbuhkan pemikiran kritis, kreativitas, dan keterampilan pemecahan masalah secara mandiri (Trimawati et al., 2020). Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan pengembangan keterampilan abad ke-21 (Jeniver et al., 2023). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Project-Based Learning dalam Kurikulum Merdeka terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SDN 02 Pariangan.
METODE
Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di SDN 02 Pariangan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 02 Pariangan. Sampel penelitian ini sebanyak 29 siswa yang dipilih secara purposive sampling.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model Project Based Learning (PjBL) dan variabel terikatnya adalah hasil belajar PAI dan Budi Pekerti. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pre-test dan post-test, sedangkan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah seperangkat soal tes. Sebelum pengumpulan data dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji normalitas, dan statistik inferensial yaitu regresi linier sederhana dan paired samples t-test (Sugiono, 2018).
HASIL
Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara hasil belajar pra-tes dan pasca-tes (R = 0,807, signifikansi = 0,000). Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,651 menunjukkan bahwa 65,1% variasi hasil belajar setelah penerapan PjBL dapat dijelaskan oleh kondisi awal siswa. Selanjutnya, hasil uji-t sampel berpasangan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pra-tes dan pasca-tes (mean difference = -3,966, signifikansi = 0,000), dengan skor pasca-tes yang secara signifikan lebih tinggi.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang temuan statistik, hasil utama dari analisis regresi dan uji-t sampel berpasangan dirangkum dalam tabel berikut:
Tabel 1: Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana
Value Interpretation
Koefisien Korelasi (R) 0.807 Hubungan kuat dan positif antara Pre-test and Post-test
R Square 0.651 65.1% variasi dalam Post-test dijelaskan oleh Pre-test
Signifikansi (ANOVA) 0.000 Hubungan antara Pre-test dan Post-test signifikan (p < 0.001)
Koefisien Regresi Pre-test 0.943 Setiap kenaikan 1 unit Pre-test, Post-test meningkat 0.943 unit
Table 2: Paired Samples T-Test
Value Interpretation
Mean Difference -3.966 Perbedaan rata-rata antara Pre-test dan Post-test
Signifikansi (2-tailed) 0.000 Perbedaan signifikan antara Pre-test dan Post-test (p < 0.001)
Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa penerapan PjBL dalam Kurikulum Merdeka memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar PAI dan BP siswa di SDN 02 Pariangan. Peningkatan hasil belajar dapat dikaitkan dengan karakteristik PjBL, yang mempromosikan pembelajaran aktif, pemecahan masalah, dan kolaborasi. Dengan terlibat dalam kegiatan berbasis proyek, siswa dapat membangun pemahaman mereka sendiri tentang materi, yang mengarah pada pembelajaran yang lebih dalam dan retensi yang lebih baik.
PEMBAHASAN
Temuan utama penelitian ini secara konsisten menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP). Peningkatan rata-rata nilai dari pre-test ke post-test secara jelas mengindikasikan efektivitas PjBL dalam memfasilitasi perolehan pengetahuan dan pemahaman materi pembelajaran (Fajarwati et al., 2024). Analisis statistik, termasuk uji regresi dan uji t-test, memberikan dukungan kuantitatif terhadap kesimpulan ini, dengan menunjukkan hubungan yang signifikan antara implementasi PjBL dan peningkatan hasil belajar. Lebih lanjut, analisis variasi dalam hasil belajar peserta didik memberikan wawasan tentang bagaimana PjBL dapat mempengaruhi peserta didik dengan berbagai tingkat kemampuan awal.
Temuan penelitian ini sejalan dengan kerangka teoretis konstruktivisme, yang menekankan peran aktif peserta didik dalam membangun pemahaman melalui pengalaman belajar yang relevan dan bermakna. PjBL, sebagai pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk terlibat dalam proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi, minat, dan hasil belajar (Rosa et al., 2024) (Muhammad et al., 2024). Selain itu, hasil penelitian ini konsisten dengan temuan dari penelitian-penelitian sebelumnya yang telah menunjukkan efektivitas PjBL dalam meningkatkan hasil belajar dalam berbagai mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini juga memberikan kontribusi unik dengan mengkontekstualisasikan efektivitas PjBL dalam konteks Kurikulum Merdeka dan mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.
Temuan penelitian ini memiliki implikasi praktis yang signifikan bagi praktik pendidikan, khususnya dalam implementasi Kurikulum Merdeka. PjBL dapat dipertimbangkan sebagai pendekatan pembelajaran yang berharga dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan relevansi pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti. Namun, implementasi PjBL yang efektif memerlukan pemahaman dan keterampilan yang baik dari guru. Oleh karena itu, diperlukan program pengembangan profesional yang berkelanjutan untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk merancang, mengelola, dan mengevaluasi proyek pembelajaran yang bermakna. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan individual peserta didik dan menyediakan dukungan yang sesuai untuk memastikan bahwa semua peserta didik dapat memperoleh manfaat dari pendekatan pembelajaran ini. Penelitian di masa depan dapat memperluas ruang lingkupnya untuk meningkatkan generalisasi dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang efektivitas PjBL dalam berbagai konteks pendidikan.
KESIMPULAN
Penelitian ini secara konsisten mengonfirmasi bahwa implementasi model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dalam konteks Kurikulum Merdeka memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP). Temuan ini didukung oleh analisis statistik yang kuat, di mana hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara nilai pre-test dan post-test hasil belajar, dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0.807 dan signifikansi 0.000. Lebih lanjut, uji paired samples t-test menguatkan temuan ini dengan menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test, di mana skor post-test secara konsisten lebih tinggi, dengan mean difference sebesar -3.966 dan signifikansi 0.000. Dengan demikian, penelitian ini secara empiris membuktikan bahwa PjBL dalam Kurikulum Merdeka efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Kontribusi utama penelitian ini terletak pada demonstrasi empiris efektivitas PjBL dalam meningkatkan hasil belajar PAI dan BP dalam konteks spesifik Kurikulum Merdeka. Temuan ini memberikan dukungan kuat terhadap integrasi pendekatan pembelajaran aktif dan berbasis proyek dalam kurikulum yang menekankan pengembangan keterampilan abad ke-21. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana kondisi awal peserta didik (nilai pre-test) mempengaruhi hasil belajar setelah implementasi PjBL, dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.651 yang menunjukkan bahwa 65.1% variasi dalam hasil belajar setelah implementasi PjBL dapat dijelaskan oleh kondisi awal peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menunjukkan efektivitas PjBL tetapi juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan karakteristik awal peserta didik dalam perancangan pembelajaran.
Untuk penelitian selanjutnya, beberapa rekomendasi diajukan untuk memperluas dan memperdalam pemahaman tentang topik ini. Pertama, penelitian mendatang dapat mengeksplorasi lebih jauh faktor-faktor mediasi yang menjelaskan hubungan antara PjBL dan hasil belajar, seperti motivasi, keterlibatan siswa, dan keterampilan kolaborasi. Kedua, perluasan sampel penelitian, baik dari segi jumlah sekolah maupun keragaman konteks geografis dan demografis, akan meningkatkan generalisasi temuan. Ketiga, penelitian kualitatif, seperti studi kasus atau etnografi, dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman siswa dan guru dalam implementasi PjBL dalam Kurikulum Merdeka, serta tantangan dan keberhasilan yang dihadapi.
DAFTAR PUSTAKA
Anjeliani, S., Yanti, L. D., Aisyah, S., Saputra, M. R., Khoirunnisa, K., & Risdalina, R. (2024). Analisis problematika penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 4(2), 294–302. https://doi.org/10.54371/jiepp.v4i2.416
Baharudin, Y. H., Purbosari, P., Budiarti, W. N., Kartika, W. D., & Inayah, L. N. I. (2022). Kajian implementasi manajemen berbasis sekolah untuk pengembangan sekolah dasar. Journal on Teacher Education, 3(3), 149–165.
Fadil, M., & Salam, S. F. (2025). Penerapan strategi pembelajaran berbasis proyek dalam pendidikan Islam untuk meningkatkan kesadaran sosial siswa. Moral: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 2, 21–33.
Fajarwati, S., Afifah, M. F., Nisa, K., Gusmiarni, S. R., Khoiriyah, H., & Keguruan dan Ilmu Pendidikan, F. (2024). Peningkatan pemahaman materi rangkaian listrik untuk mahasiswa PGSD UMS melalui media Elektroconnect. Journal of Smart Education and Learning, 1(1), 39–48.
Firmansyah, M. I. (2019). Pendidikan Agama Islam: Pengertian, tujuan, dasar dan fungsi. Jurnal Pendidikan Agama Islam – Ta’lim, 17(2), 79–90.
Hidayati, A. S., Perdana, F. H., Hasanah, I., Ibrahim, M. A., Faqihuddin, A., & Syahidin, S. (2024). Konsep pendidikan Islam dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Al-Zarnuji serta implementasinya dalam konteks pendidikan Islam. Alfihris: Jurnal Inspirasi Pendidikan, 2(3), 149–163. https://doi.org/10.59246/alfihris.v2i3.888
Jalal, A., Syafeie, A. K., & Nurlela. (2021). Peran kyai dalam meningkatkan kecerdasan spiritual remaja generasi Z di Pesantren Anwarul Huda. Tarbiyaha Ta’lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 8(3), 138–152. http://journal.uinsi.ac.id/index.php/Tarbiyawat/article/view/3652
Jeniver, Muhyiatul, F., & Heffi, A. (2023). Literatur review: Pengaruh model pembelajaran PjBL (Project-Based Learning) terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik. BIOCHEPHY: Journal of Science Education, 3(1), 10–20.
Judrah, M., & Arjum, A. (2024). Peran guru pendidikan agama Islam dalam membangun karakter peserta didik: Upaya penguatan moral. Journal of Instructional and Development Researches, 4(1), 25–37.
Manalu, J. B., Sitohang, P., Heriwati, N., & Turnip, H. (2022). Pengembangan perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar. Prosiding Pendidikan Dasar Mahesa Centre Research, 1(1), 80–86. https://doi.org/10.34007/ppd.v1i1.174
Marzuqi, B. M., & Ahid, N. (2023). Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia: Prinsip dan faktor yang mempengaruhi. JoIEM (Journal of Islamic Education Management), 4(2), 99–116. https://doi.org/10.30762/joiem.v4i2.1284
Muhammad, J., Islami, M., Ilmin, L., Afny, D. N., & Supriyanto, A. (2024). SLR: Penerapan pembelajaran berbasis komunitas untuk meningkatkan kompetensi peserta didik di era disrupsi. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9, 2832–2848.
Nazariana, N., Akmaluddin, A., & Kasmini, L. (2024). Peningkatan kemampuan guru dalam mendukung penerapan implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Montasik. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(1), 795–806. https://doi.org/10.54373/imeij.v5i1.833
Nurjadid, E. F., Ruslan, & Nasaruddin. (2025). Analisis implementasi ideologi kurikulum pembelajaran pendidikan agama Islam terhadap perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 5, 1054–1065.
Rosa, E., Destian, R., Agustian, A., & Wahyudin, W. (2024). Inovasi model dan strategi pembelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Journal of Education Research, 5(3), 2608–2617. https://doi.org/10.37985/jer.v5i3.1153
Sapitri, A. (2022). Peran pendidikan agama Islam dalam revitalisasi pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(1), 252–266.
Sholihah, A. M., & Maulida, W. Z. (2020). Pendidikan Islam sebagai fondasi pendidikan karakter. Qalamuna: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 12(1), 49–58. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v12i01.214
Sugiono. (2018). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Trimawati, K., Kirana, T., & Raharjo, R. (2020). Pengembangan instrumen penilaian IPA terpadu dalam pembelajaran model Project-Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa SMP. Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 11(1), 36. https://doi.org/10.20527/quantum.v11i1.7606




















