Pemisahan Yurisdiksi Pengadilan Pajak Pasca Putusan MK No. 26/PUU-XXI/2023 Separation of Tax Court Jurisdiction after Constitutional Court Decision No. 26/PUU-XXI/2023
Main Article Content
Abstract
Taxes play a vital role as the backbone of fiscal sovereignty that ensures the sustainability of national development. However, the institutional position of the Tax Court under the executive branch has long created ambiguity and doubts regarding judicial independence for justice seekers. This study aims to analyze the institutional problems of the Tax Court and the implications of Constitutional Court Decision Number 26/PUU-XXI/2023 for strengthening the independence of the tax judiciary in Indonesia. This study employed a normative legal research method with statutory and conceptual approaches, which were analyzed descriptively-analytically based on secondary legal materials. The results showed that the Constitutional Court’s decision has ended the unconstitutionality of the dual supervisory system by placing the Tax Court entirely under the Supreme Court. This transformation changes the institutional paradigm from an executive regime to a purely judicial regime in order to reduce the potential for conflicts of interest and bureaucratic bias in the trial process. This study emphasizes that the implementation of a one-roof system is an important model for realizing legal certainty, strengthening judicial independence, and increasing trust in Indonesia’s taxation system. In addition, strengthening the dignity of the tax judiciary needs to be followed by the effectiveness of decision enforcement so that tax justice does not stop at the pronouncement of the ruling, but also provides a tangible impact for taxpayers.
Downloads
Article Details

Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
References
Abecassis, P., Coutinet, N., & Domin, J.-P. (2014). Les principes mutualistes confrontés aux modalités de regroupement des organismes complémentaires d’assurance maladie. Revue internationale de l’économie sociale, (331), 60–75. https://doi.org/10.7202/1023485ar
Amyulianthy, R., Shalihah, M., Haryanti, T., Apriyanto, & Hakim, C. A. (2025). Kecerdasan Finansial: Mengelola Keuangan Bisnis untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. PT Sonpedia Publishing Indonesia.
Asshiddiqie, J. (2005). Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. Konstitusi Press.
Ayu, C. D., Febiani, F., Ardhani, F., Leonardo, M., Syahwa, N., & Nuraya, A. S. (2025). Keterkaitan Danantara dengan Stabilitas Keuangan Makro di Indonesia: Sebuah Pendekatan Teori Ekonomi Makro. Indonesian Research Journal on Education, 5(2), 1026–1031.
Benuf, K., Mahmudah, S., & Priyono, E. A. (2019). Metodologi Penelitian Hukum Sebagai Instrumen Mengurai Masalah Hukum Kontemporer. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 3(2), 145–160.
Destrina, A. A., Lukyanto, G. C., Dewanti, M. C., & Aminah, S. (2022). Pentingnya Peran Logo dalam Membangun Branding pada UMKM Rajutan BKL Bismo. Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi, 2(2), 1473–1478.
Ditisrama, T. D., Sinaulan, R. L., & Ismail, I. I. (2022). Fungsi Budgetary dan Regulatory Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Indonesia. Syntax Idea, 4(6), 1045–1055. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v4i6.1897
Djalal, H. (1995). Usaha-Usaha Mengalihkan Potensi Konflik di Laut Cina Selatan Menjadi Potensi Kerjasama. Yayasan Pusat Studi Asia Tenggara.
Efendi, J., & Ibrahim, J. (2018). Metode Penelitian Hukum: Normatif dan Empiris. Prenada Media.
Eka, S. (2001). Meletakkan Desa dalam Desentralisasi dan Demokrasi, dalam Kompleksitas Persoalan Otonomi Daerah di Indonesia. Pustaka Pelajar.
Fauzi, A., & Koto, I. (2022). Tanggung Jawab Pelaku Usaha terhadap Konsumen Terkait dengan Produk Cacat. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 4(3), 1493–1500. https://doi.org/10.34007/jehss.v4i3.899
Fridawati, T., Gunawan, K., Andika, R., Rafi, M., Ramadhan, R., & Isan, M. (2024). Perkembangan Teori Pertanggungjawaban Pidana di Indonesia: Kajian Pustaka terhadap Literatur Hukum Pidana. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 1(3), 317–328. https://doi.org/10.71153/jimmi.v1i3.149
Hadi, S., & Saragih, T. M. (2013). Ontologi Desentralisasi Fiskal dalam Negara Kesatuan. Perspektif, 18(3), 169–179. https://doi.org/10.30742/perspektif.v18i3.43
Harahap, R. A. A. (2025). Arah Politik Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26/PUU-XXI/2023 atas Pengujian Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Peradilan Pajak. Universitas Islam Indonesia. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/59574
Hariyanto, E. (2006). Interrelasi Pembangunan Hukum dan Politik Menuju Tatanan Kehidupan Masyarakat Modern dan Demokratis. AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 1(1), 97–111.
Husma, N. M., Rani, F. A., & Hasyim, S. (2017). Kewenangan Pengaturan Mahkamah Agung (Kajian Yuridis terhadap Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 tentang Larangan Peninjauan Kembali Putusan Praperadilan). Syiah Kuala Law Journal, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.24815/sklj.v1i1.12233
Ilam, A. (2023). Pemanfaatan Relasi Patron-Client dalam Pemilihan Kepala Desa. Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”.
Imaduddin, A. (2014). Pengawasan Komisi Yudisial terhadap Pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman (Studi tentang Urgensi Pengawasan Hakim Mahkamah Konstitusi oleh Komisi Yudisial Pasca Dibatalkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2014). Universitas Islam Indonesia. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/8632
Imron, A. (2016). Peran dan Kedudukan Empat Pilar dalam Penegakan Hukum Hakim Jaksa Polisi Serta Advocat Dihubungkan dengan Penegakan Hukum pada Kasus Korupsi. Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan, 6(1), 96.
Indonesia Corruption Watch. (2022). Implementasi dan Pengaturan Valuasi Kerugian Ekologis dalam Perhitungan Kerugian Negara di Perkara Korupsi Sektor Industri Ekstraktif.
Indonesia, V. (2024). Endah Widiastuti Kritik Transparansi LMKN.
Kanantha, A. M., & Edwar, F. (2022). Independensi Pengadilan Pajak Ditinjau dari Pasal 24 Ayat (1) UUD NRI 1945. Reformasi Hukum Trisakti, 4(1), 42–53. https://doi.org/10.25105/refor.v4i1.13405
Kusnardi, M., Ibrahim, H., & Tata, P. S. H. (n.d.). Kualitas Lembaga, Proses Peradilan, dan Hakim di Mahkamah Konstitusi.
Librayanto, R., Riza, M., Ashri, M., & Abdullah, K. (2019). Penataan Kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam Memperkuat Independensi Kekuasaan Kehakiman. Amanna Gappa, 27(1), 43–66.
Lohanda, C. D., & Kansil, C. S. T. (2024). Hukum Acara Pidana dalam Kasus Korupsi di Kementrian Pertanian dengan Tersangka Syahrul Yasin Limpo. Jurnal Kewarganegaraan, 8(2), 1487–1493.
Loupatty, Y., Nirahua, S. E. M., & Tita, H. M. Y. (2021). Eksistensi Perlindungan Hukum Secara Digitalisasi Bagi Wajib Pajak Selebgram Berdasarkan Administrasi Perpajakan di Indonesia. TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum, 1(3), 276–282.
Marzuki, P. M. (2010). Penelitian Hukum Normatif. Kencana Prenada Media Group.
Menakar Partisipasi Publik dalam Mengawasi Kinerja Aparat Penegak Hukum pada Persidangan Pidana. (2017). Jurnal Peradilan Indonesia, 6.
Ministero dell’Economia e delle Finanze. (2022). Decreto Ministeriale 11 marzo 2022, n. 55. https://www.gazzettaufficiale.it/eli/id/2022/05/25/22G00060/sg
Mutawalli, M. (2023). Negara Hukum Kedaulatan dan Demokrasi (Konsepsi Teori dan Perkembangannya). Pustaka Aksara.
Noviati, C. E. (2013). Demokrasi dan Sistem Pemerintahan. Jurnal Konstitusi, 10(2), 333–354. https://doi.org/10.31078/jk1027
Octaviani, R., & Febrian, S. (2018). Penerapan Prinsip Humanitarian Intervention Sebagai Cara Penyelesaian Konflik Bersenjata Internasional Dikaitkan dengan Kedaulatan Negara. Jurnal Hukum dan Bisnis (Selisik), 4(1), 54–70.
Priyono, A. P., & Intarti, A. (2019). Penegakkan Hukum Sanksi Pidana Perpajakan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpapajakan Dikaitkan dengan Asas Ultimum Remedium. Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum, 18(1), 1–14.
Purba, B., Hasyim, H., Siregar, I. F., Batubara, R. F., Hutapea, R. S., & Rahmawati, S. (2023). Asas Kepastian Hukum dalam Perpajakan di Indonesia. Jurnal Riset Manajemen, 1(2), 14–20.
Rachman, A. (2024, January 3). Jokowi Pensiun, Dana APBN Buat IKN Cuma Sisa Rp17,6 T! CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20240103091207-4-502274/jokowi-pensiun-dana-apbn-buat-ikn-cuma-sisa-rp176-t
Rachman, A., & Nugroho, R. A. (2024, January 23). Beda Airlangga, Luhut, dan Hotman Soal Pajak Hiburan 40%. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20240123105904-4-508223/beda-airlangga-luhut-dan-hotman-soal-pajak-hiburan-40
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. https://peraturan.bpk.go.id/Details/177995/perpres-no-72-tahun-2021
Rifandanu, F. (2024). Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26/PUU-XXI/2023 terhadap Pembinaan Pengadilan Pajak. Amnesti: Jurnal Hukum, 6(1), 145–161. https://doi.org/10.37729/amnesti.v6i1.3270
Sa’adah, N. (2017). Kebijakan Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) Berdasarkan Keadilan yang Mendukung Iklim Investasi Indonesia. Masalah-Masalah Hukum, 46(2), 182–189. https://doi.org/10.14710/mmh.46.2.2017.182-189
Sihombing, J. S. P. (2020). Redivasi Kelembagaan Otoritas Penerimaan Pajak Indonesia dalam Pembaharuan Sistem Hukum Perpajakan Nasional yang Progresif. Jurnal Ius Constituendum, 5(1), 140–158. https://doi.org/10.26623/jic.v5i1.2093
Simamora, J. (2014). Menyongsong Rezim Pemilu Serentak. Jurnal RechtsVinding, 3(1), 1–21.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2010). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Rajawali Pers.
Sulistiani, S. L., & Nurrachmi, I. (2021). Hak Finansial Perempuan dalam Keluarga Menurut Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Musawa Jurnal Studi Gender dan Islam, 20(2), 175–185. https://doi.org/10.14421/musawa.2021.202.175-185
Situmeang, T. (2022). Reposisi Pengadilan Pajak Menurut Sistem Kekuasaan Kehakiman di Indonesia. Honeste Vivere, 32(2), 108–122. https://doi.org/10.55809/hv.v32i2.138
Suta, I. M. G. D., Prabandari, I. G. A. M., & Astariyani, N. L. G. (2021). Determining state’s financial losses in corruption: An institutional power and constraint in Indonesia. Lentera Hukum, 8(1), 95–114. https://doi.org/10.19184/ejlh.v8i1.21923
Sutiyoso, B. (2010). Pembentukan Mahkamah Konstitusi Sebagai Pelaku Kekuasaan Kehakiman di Indonesia. Jurnal Konstitusi, 7(6), 25–50. https://doi.org/10.31078/jk762
Wibowo, R. J. A., & Rasji. (2023). Kebijakan Hukum Insentif Perpajakan pada Sektor Energi dan Transportasi untuk Mendukung Net Zero Emission Tahun 2060 di Indonesia. Jurnal Pajak Indonesia (Indonesian Tax Review), 7(1), 91–107. https://doi.org/10.31092/jpi.v7i1.2193
Wisudawan, A. L., Ilham, & Burhan. (2023). Efektivitas Penerimaan dan Pelaporan Program Pengungkapan Sukarela di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara. Income Journal, 2(2), 153–158. https://doi.org/10.61911/income.v2i2.45
Zaini, A. (2018). Demokrasi: Pemerintah oleh Rakyat dan Mayoritas. Al-Ahkam, 14(2), 25–41. https://doi.org/10.37035/ajh.v14i2.1485
Zuhrah, Sulistiyono, A., Ridwan, Syamsuddin, & Iksan. (2024). Independensi Hakim dalam Berbagai Disparitas Putusan Perkara Korupsi di Mahkamah Agung. Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum, 13(1), 47–70. https://doi.org/10.34304/jf.v13i1.236




















