Analisis Kesetaraan Gender di dalam Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja dengan Mempertimbangkan Kepercayaan Norma Budaya Matrilineal dalam Budaya Minangkabau Analysis of Gender Equality in Education and the Workplace with Consideration of Matrilineal Cultural Norms in Minangkabau Culture

Main Article Content

Yefiza Nahri Agustia
Slamet Tri Wahyudi

Abstract

Gender inequality is a structural issue deeply rooted in many countries, including Indonesia, and is manifested in domestic, political, educational, and occupational domains, even though the right to gender equality is inherently held by all individuals without exception. Patriarchal culture in Indonesia remains a firmly entrenched reality that positions one group as the primary holder of authority and control in various spheres of life, thereby generating injustice and gender disparities that disadvantage women and hinder national progress. This article aims to analyze the influence of matrilineal culture in Minangkabau society on women’s representation in education and the world of work, to identify matrilineal cultural factors that shape this representation, and to formulate strategies within a matrilineal cultural framework to enhance women’s involvement in bela negara. The discussion focuses on how the values and social structures of Minangkabau matrilineal culture can serve as a counterbalance to the dominance of patriarchal systems while simultaneously opening broader spaces for women’s participation in the public sphere. Through this analysis, the article argues that a deeper understanding of Minangkabau matrilineal culture has the potential to provide a conceptual foundation for strengthening women’s representation in the education sector and the labour market, as well as for designing more contextually grounded strategies to promote women’s active role in bela negara.

Downloads

Download data is not yet available.

Scopus Citation Data

Data source Crossref
0
citations
Check Secondary Documents in Scopus
Open this article in Scopus, then check the Secondary documents tab. Use Manual Citation Fallback only for counts you have verified manually.
Open in Scopus
Similar Scopus Articles
Scopus
  1. Basak P. (2027)
    Unveiling the efficacy of the Kanyashree Prakalpa; A critical analysis of West Bengal’s initiative to enhance women’s education and diminish dropout rates
    Countries Studies, 4(4), 681-705
  2. Cresswell J. (2027)
    Compassionate Leadership in Education: A Practical Guide for Current and Aspiring School Leaders
    Compassionate Leadership in Education A Practical Guide for Current and Aspiring School Leaders, 1-120
  3. González-Forte J.M. (2027)
    Pre-service teachers’ noticing of the function of mathematical naming in the teaching of fractions
    Mathematics Enthusiast, 24(1), 111-132

Article Details

How to Cite
Agustia, Y. N., & Wahyudi, S. T. (2025). Analisis Kesetaraan Gender di dalam Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja dengan Mempertimbangkan Kepercayaan Norma Budaya Matrilineal dalam Budaya Minangkabau. AHKAM, 4(4), 1628-1647. https://doi.org/10.58578/ahkam.v4i4.8192

References

Ariani, I. (2015). Nilai Filosofis Budaya Matrilineal di Minangkabau (Relevansinya bagi Pengembangan Hak-Hak Perempuan di Indonesia). Jurnal Filsafat, 25(1), 32–55. https://doi.org/10.22146/jf.12613

Arliman, L. S. (2018). Perlindungan Hukum bagi Anak dalam Perspektif Pancasila dan Bela Negara. UNIFIKASI: Jurnal Ilmu Hukum, 5(1), 58–70. https://doi.org/10.25134/unifikasi.v5i1.754

Cipto, C., Rohmah, S. N., & Rahim, A. (2024). Peran Ma’had Al-Zaytun dalam Penerapan Nilai-Nilai Pluralisme Berdasarkan Pasal 28E Ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 dan Fiqh Siyasah. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(10), 11401–11412.

Dewi, C. (2024). Gender dan Kekuatan Sosial: Analisis Antropologi terhadap Peran Wanita dalam Masyarakat Tradisional Minangkabau: Gender and social power: Anthropological analysis of the role of women in traditional Minangkabau society. DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation, 4(2), 94–105.

Fakih, M. (2008). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar.

Hidayat, H. (2015). Pengelolaan Hutan Lestari: Partisipasi, Kolaborasi dan Konflik. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Hidayat, U. S. (2021). Urgensi Penguatan Pendidikan Karakter dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045: Strategi Membangun Generasi Cerdas, Berkarakter dan Berdaya Saing di Abad 21. Nusa Putra Press.

Hidayati, A. N., & Haryati, E. (2023). Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi di Era Digital terhadap Pengembangan Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo. In Soetomo Magister Ilmu Administrasi (pp. 409–420).

InfoToday.id. (n.d.). Dilema Suku Ocu antara Melayu dan Minangkabau. https://www.infotoday.id/dilema-suku-ocu-antara-melayu-dan-minangkabau/

Irsyad, A. D. (2025). Implementasi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pada Aspek Kesejahteraan terhadap Tenaga Kerja Perempuan (Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang). https://etheses.uin-malang.ac.id/76423/

Khairani. (2021). Kepastian Hukum Hak Pekerja Outsourcing Ditinjau dari Konsep Hubungan Kerja antara Pekerja dengan Pemberi Kerja (Disesuaikan dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja). PT RajaGrafindo Persada.

Kusmayanti, H., Mulyanto, D., Yuanitasari, D., & Assalihee, M. (2024). Contradiction implications of the receptie a contrario theory in Minangkabau inheritance. Justicia Islamica, 21(2), 247–266. https://doi.org/10.21154/justicia.v21i2.8859

Lestari, A. D., & Damayanti, M. (2018). Cakupan Alat Bukti sebagai Upaya Pemberantasan Kejahatan Siber. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 3(1), 47–68. https://doi.org/10.22515/al-ahkam.v3i1.1341

Lestari, R., Mulia, S. I., & Afandi, S. A. (2025). Analisis Kebijakan Pemerintah tentang Kesetaraan Gender menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Jurnal Dinamika Pemerintahan, 8(1).

Marzali, A. (2000). Dapatkah Sistem Matrilineal Bertahan Hidup di Kota Metropolitan? Antropologi Indonesia, 24(61), 1–15.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Prenada Media.

Moendoeng, N. G. K. (2019). Peran Pemerintah dalam Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara Berdasarkan UUD 1945. Lex et Societatis, 7(7).

Mukarom, Z. (2011). Strategi Komunikasi Politik Perempuan di Lembaga Legislatif. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 5(2), 599–625.

Oktarina, S. (2018). Tantangan Organisasi Bundo Kanduang dalam Mendorong Representasi Perempuan di Lembaga Legislatif Sumatera Barat. Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna, 14(2), 48–83.

Parawansa, K. I. (2002). Hambatan terhadap partisipasi politik perempuan di Indonesia. In Perempuan di Parlamen: Bukan Sekedar Jumlah (pp. 41–52).

Perpustakaan Unika Atma Jaya. (2019). Kekerabatan Bahasa Ocu dan Bahasa Minangkabau: Kajian Etnolinguistik. https://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&src=a&id=359355

Putra, R. (2018). Prospek Pembentukan Daerah Istimewa Sumatera Barat dalam Koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia. Soumatera Law Review, 1(2), 335–359. https://doi.org/10.22216/soumlaw.v1i2.3529

Ridwan, M. (2024). Eksistensi Organisasi Bundo Kanduang di Kabupaten Tanah Datar. Politik Islam, 3(2), 153–172. https://doi.org/10.31958/pi.v3i2.14075

Rozak, A. (2010). Problematika Implementasi Pasal 30 UUD Republik Indonesia 1945 mengenai Hak dan Kewajiban Bela Negara bagi Warga Negara Indonesia (Undergraduate thesis, Universitas Islam Indonesia).

Saribu, Y. (2018). Tinjauan Konstitusional Pasal 27 Ayat (1) UUD 1945 tentang Persamaan Kedudukan di Depan Hukum pada Proses Penangkapan bagi Seseorang yang Diduga Melakukan Tindak Pidana. Lex Administratum, 6(1).

Sismarni, S. (2011). Perubahan Peranan Bundo Kanduang dalam Kehidupan Masyarakat Minangkabau Modern. Kafaah: Journal of Gender Studies, 1(1), 95–110. https://doi.org/10.15548/jk.v1i1.46

Susilowati, R. R. (2018). Perlindungan Hukum bagi Pekerja Rumah Tangga. Jurnal Ilmiah Hukum dan Dinamika Masyarakat, 15(2). https://doi.org/10.56444/hdm.v15i2.681

Syakir, Y., & Sujarwo, H. (2023). Kebijakan Pemaafan Hakim (Rechterlijk Pardon) dalam KUHP Baru. Syariati: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hukum, 9(1), 109–118. https://doi.org/10.32699/syariati.v9i1.2900

Suryani, I., Yulnetri, Y., Amrina, A., & Nengsih, I. (2022). Menelusuri Peran dan Fungsi Bundo Kanduang Saat Ini sebagai Bagian Lembaga Adat dan Kaitannya dalam Menyelesaikan Kasus KDRT di Sumatera Barat. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP), 6(2), 2538–2548. https://doi.org/10.58258/jisip.v6i2.3178

Tuhri, M. (2018). Matrilineal dan Bundo Kanduang: Tantangan Perempuan Minangkabau dalam Menjaga Tradisi Lokal dalam Konteks Masyarakat Indonesia yang Multikultural. In Otoritas Keagamaan, Politik dan Budaya Masyarakat Muslim (pp. 219–229). PPS UIN Sunan Kalijaga.

Valentina, T. R., & Putra, R. E. (2008). Posisi Perempuan Etnis Minangkabau dalam Dunia Patriarki di Sumatera Barat dalam Perspektif Agama, Keluarga dan Budaya. Jurnal Demokrasi, 7(1).

Wahyuddin, W., Mu’min, M. D. N. A., Parmitasari, R. D. A., & Syariati, A. (2024). Management of workforce recruitment in an Islamic perspective: Practices and principles. Economos: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 7(2), 245–257. https://doi.org/10.33096/economos.v7i2.1283

Wahyuni, G., & Simatupang, H. Y. (2024). Tantangan Perempuan Minangkabau dalam Mengakses Pendidikan di Tengah Budaya Matrilineal. Journal of Global Perspective, 2(1), 112–124. https://kti.potensi-utama.org/index.php/JoGP/article/view/1622


Explore Our Journals
Find the most suitable journal for your research. If this journal does not fully align with the scope of your manuscript, we invite you to explore our wider portfolio of journals covering diverse fields of study. Please select one of the journals below to identify the most appropriate publication platform for your work.