Perlindungan Hukum bagi Jabatan Notaris dalam Pendaftaran Surat di Bawah Tangan (Waarmerking) yang Tanda Tangan Pihaknya Dipalsukan Legal Protection for the Office of Notary in the Registration of Private Documents (Waarmerking) in Which the Party's Signature Is Forged
Main Article Content
Abstract
Although the authority of notaries in the registration of privately made documents (waarmerking) has been regulated in Article 15 paragraph (2) of Law Number 2 of 2014 concerning the Position of Notary (UUJN), studies on the legal implications for the notarial office when a forged signature is found in the registered document remain limited. This study aims to analyze the authority of notaries in the implementation of waarmerking and to examine the legal implications and limits of notarial liability when signature forgery occurs in a privately made document. This study used a normative legal method with statutory and conceptual approaches. The primary legal materials included the Indonesian Civil Code and the UUJN, while the secondary legal materials included relevant legal literature, journals, and scholarly works. The data were analyzed qualitatively. The results showed that the authority of notaries in waarmerking is limited to administrative registration, namely providing certainty of date (date certain) without verifying the authenticity of the signature or the truth of the document’s contents. Therefore, legal responsibility for signature forgery principally rests with the perpetrator of the forgery, whereas a notary cannot be held liable as long as the notary has acted within their authority without any element of intent, negligence, or involvement. These findings contribute to the development of notarial law, particularly regarding the limits of liability and legal protection for notaries. The conclusion of this study emphasizes the importance of preventive and repressive legal protection for notaries in the implementation of waarmerking. The implications of this study include theoretical contributions to the development of literature on notarial liability as well as practical implications for notaries, legislators, and the public in clearly understanding the limits of notarial responsibility in the registration of privately made documents.
Downloads
Article Details

Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
References
Anisyaniawati, A., Kusuma, F. N., Zanati, H., & Chandra, H. A. (2025). Konsep Hukum dan Keadilan dalam Pemikiran Gustav Radbruch. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 2(1). https://journal.forikami.com/index.php/praxis/article/view/954
Borman, M. S. (2019). Kedudukan Notaris sebagai Pejabat Umum dalam Perspektf Undang-Undang Jabatan Notaris. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 3(1), 74–83. https://doi.org/10.33474/hukeno.v3i1.1920
Chairunnisa, S. (2020). Kekuatan Pembuktian Akta di Bawah Tangan Dikaitkan dengan Kewenangan Notaris dalam Legalisasi dan Waarmerking Berdasarkan UU No. 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris. International Significance of Notary, 1(2), 36–54. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3833761
Entin, E., Halim, A. N., & Ridwan, R. (2023). Tanggung Jawab Notaris atas Dokumen di Bawah Tangan yang Diberi Tanda (Waarmerking) yang Tanda Tangannya Dipalsukan oleh Para Pihak. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(12), 5044–5052. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i12.1889
Erliyani, R. (2020). Metode Penelitian dan Penulisan Hukum (Cetakan 1). Magnum Pustaka Utama.
Fauziannor, A., Rahman, M. A., Syaugi, A., & Ilham, M. I. (2025). Perbandingan Kekuatan Pembuktian antara Akta Otentik dan Akta di Bawah Tangan dalam Sengketa Perdata. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(2), 1963–1976. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i2.1198
Fitcanisa, J. D., & Azheri, B. (2023). Keabsahan Tanda Tangan Elektronik pada Akta Notaris. SIBATIK Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 2(5), 1449–1458. https://doi.org/10.54443/sibatik.v2i5.809
Ghani, A. R., Firdaus, M., & Ansari, M. A. (2025). Peran Notaris dalam Pembuatan Akta Otentik dan Dampaknya terhadap Keabsahan Hukum di Indonesia. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(2), 1574–1582. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i2.1147
Hafiz, F., Tony, & Purba, H. (2025). Kekuatan Pembuktian Surat di Bawah Tangan yang Telah Didaftarkan pada Buku Khusus oleh Notaris: Studi Putusan Nomor 29/Pdt.G./2019/PN Pya. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(4). https://ojs.rewangrencang.com/index.php/JHLG/article/view/2206
Hanifah, I. S., Sanusi, & Wildan, M. (2024). Tanggung Jawab Hukum Pihak yang Wanprestasi dalam Perjanjian Waralaba. Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN), 2(1), 255–270. https://ejournal.lapad.id/index.php/jurbisman/article/view/558
Hikma, R. S. (2025). Pelaksanaan Kewenangan Notaris terhadap Waarmerking Akta di Bawah Tangan [Universitas Hasanuddin]. https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/43633
Jiwantara, F. A., Hasanah, S., & Lukman, L. (2022). Konsep Penyalahgunaan Wewenang dalam Perspektif Hukum Administrasi di Indonesia. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 3(2), 352–359. https://doi.org/10.59141/jiss.v3i02.545
Laksana, A. A. N. M. W., & Mahadewi, K. J. (2023). Legitimasi Hukum yang Tak Terbantahkan: Kekuatan Pembuktian Akta di Bawah Tangan yang Telah Disahkan oleh Notaris. Jurnal Kewarganegaraan, 7(1), 466–471. https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/4817
Lestari, K. I. (2024). Tinjauan Yuridis Pasal 15 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris terhadap Keabsahan Legalisasi dan Waarmerking Akta di Bawah Tangan oleh Notaris [Universitas Pendidikan Ganesha]. https://repo.undiksha.ac.id/19266
Lubis, F., & Halimahtusadiah. (2024). Kedudukan Akta di Bawah Tangan sebagai Ketetapan Hukum. Judge: Jurnal Hukum, 5(2), 32–38. https://journal.cattleyadf.org/index.php/Judge/article/view/557
Maharani, I. (2022). Peran Notaris dalam Membuat Akta Hukum Sesuai dengan Undang-Undang Jabatan Notaris Berdasarkan Teori Kemanfaatan. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 1(3), 962–969. https://doi.org/10.58344/jmi.v1i3.91
Martinelli, I., Chang, E., Frederica, N., & Saputri, S. I. (2025). Teori Hans Kelsen dalam Memaknai Tanggung Jawab Perjanjian Utang-Piutang: Studi Putusan No. 3/Pdt.G/2023/PN Sos. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 5(1), 130–139. https://ejournal.penerbitjurnal.com/index.php/humaniora/article/view/1099
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum (Edisi revisi). Prenada Media.
Mertokusumo, S. (2007). Penemuan Hukum: Sebuah Pengantar.
Mozin, N. (2024). Perlindungan Hukum terhadap Hak-Hak Terdakwa dalam Penyelesaian Perkara Pidana di Gorontalo. Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO), 1(1), 555–565. https://doi.org/10.62567/micjo.v1i1.67
Munib, A., Suratman, S., & Isnaeni, D. (2024). Tanggung Jawab Notaris terhadap Pembatalan Akta atas Terjadinya Tindakan Pemalsuan oleh Notaris. Jurnal USM Law Review, 7(3), 1241–1259. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.9653
Nai, O., Nurak, P. S. M., & Meka, K. Y. P. (2026). Kekuatan Hukum bagi Perjanjian di Bawah Tangan yang Dibukukan (Waarmeking) pada Kantor Notaris: Studi di Kantor Notaris Petrick Sanry Mero Nurak, S.H., M.Kn. Judexnipa: Jurnal Ilmu Hukum, 6(2). https://jurnal.nusanipa.ac.id/index.php/Judexnipa/article/view/1052
Nanda, N., Fendri, A., & Ismansyah. (2023). Kekuatan Pembuktian Surat di Bawah Tangan yang Dilegalisasi oleh Notaris: Studi Kasus Putusan Nomor 362/Pid.B/2020/PN Pdg. UNES Law Review, 6(1), 997–1014. https://review-unes.com/law/article/view/900
Prasetyo, M. K., Jumanuba, M. W., & Masyhudi, A. (2024). Peranan Etika Profesi Notaris sebagai Upaya Penegakan Hukum. Jurnal Ilmiah Nusantara, 1(4), 15–27. https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/1571
Pratama, E., & Astariyani, N. L. G. (2025). Peran Notaris dalam Memperkuat Fungsi Hukum sebagai Sarana Rekayasa Sosial. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, 10(2), 275–289. https://doi.org/10.24843/ac.2025.v10.i02.p4
Putra, B. P. W. (2026). Kekuatan Pembuktian Akta di Bawah Tangan yang Dilegalisasi dan Diwaarmerking oleh Notaris. https://repository.unissula.ac.id/45932
Putri, R. Y. (2025). Asas Kemandirian Notaris Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Journal of Comprehensive Science, 4(3), 1228–1236. https://doi.org/10.59188/jcs.v4i3.3074
Qodarrahman, A., Febrian, F., & Sagita, A. (2022). Tanggung Jawab Notaris terhadap Akta yang Dibuat Terkait Pemalsuan Tanda Tangan Penghadap oleh Notaris. Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan, 11(2), 208–220. https://journal.fh.unsri.ac.id/index.php/repertorium/article/view/2434
Rahmadhani, F. (2020). Kekuatan Pembuktian Akta di Bawah Tangan yang Telah Diwaarmerking Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia. Recital Review, 2(2), 93–111. https://doi.org/10.22437/rr.v2i2.9135
Rahmaini, A., Tarsono, E., & Wijaya, E. (2026). Tanggung Jawab Notaris dalam Penyusunan Akta Otentik Terkait Terjadinya Tindak Pidana Pemalsuan Tanda Tangan oleh Notaris. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(7). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i7.2376
Rahmawati, D. A., & Diamantina, A. (2026). Urgensi Etika Profesi sebagai Pedoman dan Perlindungan Hukum bagi Notaris dalam Menjalankan Jabatan. Journal of Creative Student Research, 4(2), 307–320. https://doi.org/10.55606/jcsr-politama.v4i2.6192
Safira, A. (2025). Kepatuhan terhadap Kode Etik sebagai Parameter Notaris untuk Mencegah Terjadinya Tindak Pidana. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 5(3), 1738–1747. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i3.3625
Salsabila, L., Ruata, D. N. M., & Akbar, K. S. T. (2024). Akibat Hukum Pemberhentian Tidak Hormat kepada Notaris terhadap Akta-Akta yang Telah Dibuatnya. UNES Law Review, 7(1), 208–219. https://review-unes.com/index.php/law/article/view/2242
Setiawan, M. D. (2026). Perlindungan Hukum atas Pemutusan Relasi Kerja dalam Gig Economy Menurut Teori Philipus M. Hadjon [Universitas Muhammadiyah Surabaya]. https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/11667
Sinaga, F. (2015). Prinsip Kemandirian Notaris dalam Pembuatan Akta Otentik. Premise Law Journal, 8, 14084. https://www.neliti.com/publications/14084
Sirait, G. N. A., & Djaja, B. (2023). Pertanggungjawaban Akta Notaris sebagai Akta Autentik Sesuai dengan Undang-Undang Jabatan Notaris. UNES Law Review, 5(4), 3363–3378. https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4.641
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Rajawali Pers.
Sugita, I. M. (2024). Tinjauan Yuridis Konsep Negara Hukum dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia. Jurnal Hukum Agama Hindu Widya Kerta, 7(2), 105–127. https://doi.org/10.53977/wk.v7i2.2185
Suwarjono, A., Sinaga, N. A., & Sudarto, S. (2023). Keabsahan Risalah Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Tidak Memiliki Kekuatan Hukum. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains, 12(2). https://doi.org/10.19109/intelektualita.v12i2.18845
Syamsiah, I. N. (2026). Kekuatan Pembuktian Surat di Bawah Tangan dan Implikasinya terhadap Kepastian Hukum dalam Sengketa Perdata: Analisis Putusan No. 26/Pdt.G/2024/PN Mgg. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3235–3248. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/3662
Trifani, A., & Fitriasih, S. (2022). Peran Notaris sebagai Pihak Ketiga dalam Sebuah Perjanjian di Bawah Tangan yang Diwaarmerking. Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial, 10(1), 133–144. https://doi.org/10.30868/am.v10i01.2381
Wardhani, S. A. M. A. K., & Julianti, N. M. (2020). Tanggung Jawab Notaris terhadap Legalisasi Akta di Bawah Tangan. Kerta Dyatmika, 17(2), 45–55. https://ejournal.undwi.ac.id/kertadyatmika/article/view/985
Wijaya, V. C., Afriana, A., & Baraba, B. (2023). Perlindungan Hukum secara Keperdataan bagi Klien Notaris yang Mengalami Kerugian Akibat Diterbitkannya Akta Autentik yang Cacat Hukum oleh Notaris. Acta Diurnal: Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 7(1), 15–30. https://doi.org/10.23920/acta.v7i1.1332




















