Koreografi Tari Toga pada Sanggar Dara Petak Kerajaan Siguntur di Kabupaten Dharmasraya Choreography of the Toga Dance at the Dara Petak Studio of the Siguntur Kingdom in Dharmasraya Regency

Main Article Content

Rezil Hartanti
Nerosti Nerosti

Abstract

This study is motivated by the importance of choreographic documentation and analysis in the preservation of traditional performing arts, specifically Tari Toga, a dance originating from Sanggar Dara Petak of the Siguntur Kingdom in Dharmasraya Regency. The research aims to provide a comprehensive description of the choreographic elements of Tari Toga, which reflect the historical and philosophical identity of the local community. A qualitative approach with a descriptive-analytical method was employed. The primary research instrument was the researcher, supported by writing tools, a camera, and a flash drive. Data collection techniques included literature review, observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through the stages of collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the choreography of Tari Toga comprises elements of movement (space, time, energy), floor patterns, musical accompaniment, props, makeup, and costumes. Spatial design incorporates symmetry, asymmetry, and vertical patterns; temporal design manages long and short durations according to movement character; and energy design emphasizes identity and expressive force. Floor patterns include curves, straight lines, and diagonals, each carrying symbolic meaning. The accompanying music features gong, kenong, momong, gendang, and talempong. Makeup employs a classic beauty style, while costumes consist of baju kurung, headdresses, jewelry, and songket fabric. The study concludes that the choreography of Tari Toga embodies a fusion of aesthetic beauty and cultural values, playing a vital role in preserving local cultural heritage.

Downloads

Download data is not yet available.

Scopus Citation Data

Data source Crossref
0
citations
Check Secondary Documents in Scopus
Open this article in Scopus, then check the Secondary documents tab. Use Manual Citation Fallback only for counts you have verified manually.
Open in Scopus
Similar Scopus Articles
Scopus
  1. Montillet J.P. (2026)
    The DARA-PROBA3 radiometer: results from the pre-flight calibration campaign
    Metrologia, 63(3)
  2. Rizzello I. (2026)
    A multicenter observational retrospective study of second-line treatment with daratumumab–bortezomib–dexamethasone (DaraVd) in multiple myeloma patients refractory to lenalidomide
    Clinical and Experimental Medicine, 26(1)
  3. Korpan M. (2026)
    Trastuzumab in Addition to Chemotherapy in Patients With Metastatic Human Epidermal Growth Factor Receptor 2–Positive Gastroesophageal Cancer—A Real-World Experience
    Clinical Oncology, 55

Article Details

How to Cite
Hartanti, R., & Nerosti, N. (2025). Koreografi Tari Toga pada Sanggar Dara Petak Kerajaan Siguntur di Kabupaten Dharmasraya. TSAQOFAH, 5(5), 5030-5051. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v5i5.6985

References

Andly, L. (2022). Nilai moral dan makna dalam syair tari Toga kerajaan Siguntur. Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 20(1), 78-87.

Ajisman, A., Efrianto, E., Marbun, F., Maryadi, S., Rismadona, R., Refisrul, R., ... & Yulisman, Y. (2017). Jurnal penelitian sejarah dan budaya, vol. 3 no. 1, Juni 2017. Jurnal Penelitian Sejarah dan budaya BPNB Sumatera Barat, 3(1), 601-748.

Aminuddin. (2002). Pengantar apresiasi karya sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Arfah Ariance, D., Syafwan, M. S., & Riri Trinanda, S. P. (2015). Penciptaan Film Dokumenter Tari Toga Dari Kerajaan Dharmasraya Kecamatan

Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Dekave: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 3(2).

Doedarsoen. (2002). Estetika tari. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia.

Elfita, Elvandari (2020) Sistem Pewarisan Sebagai Upaya Pelestarian Seni Tradisi. Jurnal Geter. Vol. 3 No.1, P. 93-104

Hadi, Y. Sumandiyo, 2006, “Tari Sebagai Pendidikan Terapi Bagi Anak-anak

Tunagrahita” dalam Fenomen: Jurnal Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta, Yogyakarta: Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta, vol 2, no 2, 2006.

Hadi, Y. S. (2005). Seni dalam pendekatan kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Buku Seni.

Heruyawman. (1993). Pengantar dasar-dasar koreografi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Indrayuda. (2013). Popularitas Tari Piring sebagai Identitas Budaya Minangkabau. Panggung 23, No 3: 270-280.

Irdawari, Irdawati (2020) Fungsi dan Makna Simbolis Tari Toga di Kerajaan

Siguntur. Pulau Punjung Sumatera Barat. Jurnal Panggung: seni Budaya. Vol.30 No.4. P. 549-570

Jacobus. (2006). Pewarisan atau pelestarian sebagai kegiatan atau yang di lakukan secara terus menerus, terarah dan terpadu guna mewujudkan tujuan tertentu yang mencerminkan adanya suatu yang tetap dan abadi.

Martinus. (2001:14). Pewarisan adalah hasil Tindakan dan,keadaan kehidupan semua yang ada. dari teori tersebut dapat di simpulkan bahwa “adanya” yang di maksud adalah keberadaan sesuatu dalam kehidupan.

Meleong. (2014). dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri atau di bantu oleh orang lain adalah alat pengumpul utama

Naldi, Hendra (2023). Tari Toga Dari Nagari siguntur Dharmasraya: Pewarisan dan Pelestarian. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya. Vol 13. No. 1, April.

Nn, (2009), “Proses Pewarisan Penari Sintren: Kasus Pada Sintren Sinar Harapan”, dalam Ekspresi: Jurnal Seni dan Penciptaan Seni, vol 9 no 1 April.

Naldi, H., Syafrina, Y., Nengsi, D. P., & Erniwati, E. (2023). Tari Toga Dari Nagari Siguntur Dharmasraya: Pewarisan Dan Pelestarian 1990–2022. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 13(1), 3.

Nengsi, D. P. (2022). Marhasnida: Penggiat Kesenian Tari Tradisional dari Nagari Siguntur Kabupaten Dharmasraya (1990-2022) (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).

Nerosti. (2024). Symbol Mencerminkan Kepercayaan, Adat Istiadat, Dan NormaNorma Masyarakat Yang Dianut Oleh Masyarakat

Nerosti (2024: 29). Kontekstual Memiliki Perkembangan Terhadap Sebuah Karya Tari Yang Memfokuskan Pada Fungsi Tari Dalam Masyarakat Yang Mempunyai Nilai Filosofis Dan Nilai Spiritual

Nurgiyantoro, B. (2009). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Rahma, M. (2017). Tari Turun Mandi Anak sebagai Perwujudan Budaya Lokal pada Masyarakat Siguntur Kabupaten Dharmasraya (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Padang panjang).

Refisrul, R. (2017). Tari Toga dan Pewarisannya di Nagari Siguntur Kabupaten Dharmasraya. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 3(1), 691-708.


Explore Our Journals
Find the most suitable journal for your research. If this journal does not fully align with the scope of your manuscript, we invite you to explore our wider portfolio of journals covering diverse fields of study. Please select one of the journals below to identify the most appropriate publication platform for your work.