The Relationship between Gestational Age, Birth Weight, and Mode of Delivery with the Incidence of Neonatal Jaundice at Bunda Hospital, Palembang City in 2026
Main Article Content
Abstract
Neonatal jaundice is a common condition characterized by yellow discoloration of the skin, mucous membranes, and sclera resulting from elevated blood bilirubin levels and may cause complications if not appropriately managed. This study examined the relationships between gestational age, birth weight, mode of delivery, and neonatal jaundice at Bunda Hospital, Palembang City, in 2026. A quantitative cross-sectional design was employed using medical-record data from 93 neonates. Data were analyzed using univariate statistics and bivariate Chi-square tests at a significance level of α = .05. Of the 93 neonates, 16 (17.2%) had neonatal jaundice, whereas 77 (82.8%) did not. Twenty-two neonates (23.7%) were born preterm, and 71 (76.3%) were born at term. Similarly, 22 neonates (23.7%) had low birth weight, while 71 (76.3%) had normal birth weight. Regarding mode of delivery, 37 neonates (39.8%) were recorded as having normal deliveries, and 56 (60.2%) were delivered by cesarean section. Bivariate analysis demonstrated significant associations between neonatal jaundice and gestational age (p < .001; OR = 32.741), birth weight (p < .001; OR = 60.375), and mode of delivery (p = .014; OR = 0.171). These findings indicate that gestational age, birth weight, and mode of delivery are significantly associated with neonatal jaundice among neonates treated at Bunda Hospital. The findings may support the early identification and closer clinical monitoring of neonates with characteristics associated with jaundice.
Downloads
Citation Metrics & Similar Scopus Articles
-
Naemi Z. (2027)The Relationship between Second Language Learning Strategies, Learning Engagement, and Writing Skill in the Arabic Writing CurriculumLanguage Related Research, 17(4), 331-360
-
Herrera V. (2027)Association between exposure to fine particulate matter (PM2.5) and congenital abnormalities in Colombia: An ecological analysis (2016-2020): Particulate matter and congenital abnormalitiesBiomedica, 47(1)
-
Cahalan C. (2027)Aemilia Lanyer-s Optics: Luminous Bodies, Replicating Vision, and Women-s Legacy in the Dedications of Salve Deus Rex JudaeorumExplorations in Renaissance Culture, 52(1), 102-125
Article Details

Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
References
Anggraini, A., & Ernawati, W. (2026). Penyuluhan Tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja Putri di Kota Palembang. Jurnal Pengabdian Kader Bangsa, 2(1), 68–71. https://doi.org/10.54816/jpkb.v2i1.1131
Anggreni, D. (2022). Buku Ajar Metodologi Penelitian Kesehatan. STIKes Majapahit Mojokerto.
Armatheina, P. F., Suryawan, I. W. B., & Indrawan, I. G. D. K. (2023). Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah dengan Kejadian Hiperbilirubinemia di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar. Sari Pediatri, 25(1), 15–19. https://doi.org/10.14238/sp25.1.2023.15-9
Badiatur, R., Hanifah, I., & Rohmatin, H. (2024). Hubungan Antara Frekuensi Pemberian ASI dengan Kejadian Ikterus Neonatorum pada Bayi Usia 0–7 Hari di Puskesmas Wangkal. ASSYIFA: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 89–100. https://doi.org/10.62085/ajk.v2i1.45
Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (4th ed.). Pustaka Pelajar.
Dewi, G. A. C. M. K., Benvenuto, A. F., Herlinawati, & Karmila, D. (2026). Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Ikterus Neonatorum di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Indonesian Journal of Health Research Innovation, 3(1), 39–45. https://doi.org/10.64094/zqw40443
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. (2024). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2024. https://ppid-dinkes.sumselprov.go.id/unggahbagian/50
Diyanti, Hestiyana, N., Handayani, L., & Haryanto, I. A. (2024). Korelasi Jenis Persalinan dengan Ikterus Neonatorum di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Jurnal Surya Medika (JSM), 10(3), 157–161. https://doi.org/10.33084/jsm.v10i3.9009
Edward, Z., Ipaljri, A., & Amalza, I. H. (2022). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ikterus Neonatorum di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam, 12(1), 68–78. https://doi.org/10.37776/zked.v12i1.970
Fitri, S. R. (2025). Hubungan Riwayat Perokok Pasif dan Peningkatan Berat Badan Saat Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 7(1), 39–46. https://doi.org/10.35473/proheallth.v7i1.3808
Hapsari, A. (2019). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi: Modul Kesehatan Reproduksi Remaja. Wineka Media.
Hasan, Yuliana, T., & Wissaputri, E. W. (2024). Hubungan Umur Kehamilan dan Paritas terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum Daerah Pagelaran Kabupaten Cianjur. Jurnal Medika Malahayati, 8(3), 608–616. https://doi.org/10.33024/jmm.v8i3.15601
Idayanti, T., Umami, S. F., Anggraeni, W., & Virgia, V. (2022). Asuhan Neonatus, Bayi, dan Balita untuk Mahasiswa Kebidanan. Rizmedia Pustaka Indonesia.
Julianti, U. F. (2023). Hubungan Masa Gestasi dengan Kejadian Ikterus Neonatorum. Jurnal Surya Medika (JSM), 9(1), 45–49. https://doi.org/10.33084/jsm.v9i1.5134
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dalam Angka. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/survei-status-gizi-indonesia-ssgi-2024/
Khansha, A. P., & Herwana, E. (2025). Hubungan Antara Jenis Persalinan dan Kejadian Hiperbilirubinemia Neonatal. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 12(8), 1795–1801. https://doi.org/10.33024/jikk.v12i8.21734
Manila, H. D., Fransisca, D., Jesika, F., Resta, H. A., Anggraini, M. L., Amir, A. Y., Lestaria, S. P., & Indriani, S. P. (2022). Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Fisiologis. Jurnal Kesehatan, 13(3), 449–454. https://doi.org/10.35730/jk.v13i3.737
Nazir, M. (2009). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.
Nur, A. (2023). Usia Kehamilan dan Ikterus Neonatorum. Jurnal Kesehatan Marendeng, 7(1), 19–26. https://doi.org/10.58554/jkm.v7i1.55
Nur, Y. M., Rahmi, E., & Eliza. (2021). Pengaruh Pemberian Air Susu Ibu dan Fototerapi terhadap Ikterus Neonatorum di Ruang Perinatologi RSUD Pasaman Barat. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 10(1), 120–130. https://doi.org/10.36565/jab.v10i1.291
Pambudiningtyas, T. R., Susaldi, & Ramadhani, N. R. (2024). Hubungan Riwayat Antenatal Care, Riwayat Paparan Sinar Matahari Pagi, dan Riwayat Frekuensi ASI dengan Kejadian Ikterus Neonatorum di BPM Bidan Daratullailah Bojong Gede Bogor Tahun 2024. SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 1(11), 1080–1094. https://doi.org/10.62335/pytc1r49
Pratiwi, E. A., Romadonika, F., Hidayati, B. N., & Ayudhya, N. K. S. (2024). Gambaran Faktor Penyebab Kejadian Ikterik pada Bayi di Ruang NICU. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 3(1), 1–10. https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/765
Ratnasari, F., & Handayani, T. (2023). Hubungan Usia Kehamilan terhadap Kejadian Ikterus Neonatorum. Jurnal Afiat: Kesehatan dan Anak, 9(1), 65–72. https://doi.org/10.34005/afiat.v9i1.2676
Rosuliana, N. E., Aryanti, D., & Triguna, Y. (2022). Analisis Usia Gestasi Ibu Melahirkan dengan Berat Badan Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Daerah. Media Informasi, 18(2), 67–72. https://doi.org/10.37160/bmi.v18i2.40
Sari, L. M., Rusmilawaty, Laili, F. J., & Suhrawardi. (2025). Hubungan Berat Badan Bayi dan Usia Kehamilan dengan Kejadian Ikterus Neonatorum pada Bayi di RSUD H. Boejasin Pelaihari. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8), 1402–1407. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.257
Solihah, I. A. (2020). Hubungan Pemberian ASI dengan Klasifikasi Ikterus Neonatorum Berdasarkan Manajemen Terpadu Bayi Muda di Puskesmas Ibrahim Adji Kota Bandung. Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika), 6(1), 33–38. https://doi.org/10.58550/jka.v6i1.115
Suantari, N. M., Marhaeni, G. A., & Lindayani, I. K. (2022). Hubungan Pemberian Makanan Tambahan dengan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6–12 Bulan. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal of Midwifery), 10(2), 101–108. https://doi.org/10.33992/jik.v10i2.1553
Sugiyono. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (6th ed.). Alfabeta.
Susilahayati, N., Damanik, L. P. U., Munthe, J., & Sinaga, P. (2022). Hubungan Pemberian ASI dengan Kejadian Ikterus Neonatorum pada Bayi Baru Lahir 0–7 Hari di Desa Baru Titi Besi Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 2(3), 60–65. https://doi.org/10.55606/jrik.v2i3.575
World Health Organization. (2025). World health statistics 2025: Monitoring health for the SDGs, sustainable development goals. https://www.who.int/publications/i/item/9789240110496
Yuliawati, D., & Astutik, R. Y. (2018). Hubungan Faktor Perinatal dan Neonatal terhadap Kejadian Ikterus Neonatorum. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 5(2), 83–89. https://doi.org/10.26699/jnk.v5i2.art.p083-089
Yunita, L., & Yunika, R. P. (2025). Pengaruh Pemberian ASI terhadap Kejadian Ikterus Neonatorum pada Bayi Baru Lahir 0–7 Hari. Journal of Fundus, 5(1), 28–33. https://doi.org/10.57267/fundus.v5i1.464
Zubaida, A., Immawati, & Dewi, T. K. (2024). Penerapan Pendidikan Kesehatan Tentang ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di Puskesmas Iringmulyo Metro Timur. Jurnal Cendikia Muda, 4(2), 194–200. https://jurnal.akperdharmawacana.ac.id/index.php/JWC/article/view/580






















