Peran TNI AL dan BAKAMLA dalam Menjaga Kedaulatan Laut di Wilayah Perbatasan Papua Selatan sebagai Implementasi Asta Cita The Role of the Indonesian Navy (TNI AL) and BAKAMLA in Safeguarding Maritime Sovereignty in the Southern Papua Border Region as an Implementation of Asta Cita
Main Article Content
Abstract
As the world’s largest archipelagic state, Indonesia possesses vast and strategically important maritime areas, including the southern Papua maritime border adjacent to Australia and Papua New Guinea, which is vulnerable to sovereignty violations such as illegal fishing, smuggling, and border incursions. This study examines the role of the Indonesian Navy (TNI AL) as the main component of national defense in Indonesian jurisdictional waters in safeguarding the territorial integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) and securing sea lines of communication and national interests from various threats, while also analyzing the role of the Indonesian Maritime Security Agency (Bakamla), particularly the Bakamla Station in Merauke, as a non-military maritime security and safety guardian operating through the Indonesia Maritime Patrol system. The research employs an empirical juridical approach by reviewing key regulations, including Law Number 34 of 2004 on the Indonesian National Armed Forces (TNI) as last amended by Law Number 3 of 2025 on the TNI, Law Number 32 of 2014 on Maritime Affairs, and Presidential Regulation Number 178 of 2014, and by analyzing the implementation of these legal frameworks in society. The findings show that TNI AL and Bakamla (Bakamla Station Merauke) constitute the front line of national maritime security in line with Indonesia’s national development vision as articulated in Asta Cita, particularly its second pillar on consolidating the national defense and security system. However, optimalizing the role of these two institutions is still constrained by limited resources, the complex geopolitical dynamics of the southern Papua border area, and regional sentiments in the Asia–Pacific. These findings underscore the importance of strengthening institutional capacity, enhancing inter-agency coordination, and updating maritime security strategies to support the realization of a robust maritime defense posture that is responsive to the evolving threat landscape in border regions.
Downloads
Article Details

Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
References
Bormasa, A., Pasalbessy, J. D., & Ubwarin, E. (2022). Penegakan Hukum di Wilayah Laut pada Wilayah Perbatasan Negara. Pattimura Legal Journal, 1(1), 30–43. https://doi.org/10.47268/pela.v1i1.5902https://doi.org/10.47268/pela.v1i1.5902
Dalinda, N. K. (2023). Tinjauan Yuridis tentang Kapal Asing yang Melanggar Batas Wilayah Republik Indonesia Menurut Undang–Undang Nomor 32 Tahun 20141. Lex Administratum, 11(2). https://doi.org/10.31316/jk.v8i1https://doi.org/10.31316/jk.v8i1
Fahmi, M. S., Klau, R. G., & Utami, G. A. (2022). Kesiapan Pelaku Pariwisata di Lombok Barat terhadap Perlindungan Hukum Atas Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Pasca Diresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika. Jurnal Komunitas Yustisia, 5(3), 459–468.
Fahmi, M. S., Rado, R. H., Tajuddin, M. A., Badilla, N. W. Y., & Klau, R. G. (2023). Penal Mediation in Settlement of Copyright Crimes in Indonesia. Technium Soc. Sci. J., 49, 325. https://doi.org/10.47577/tssj.v49i1.9821https://doi.org/10.47577/tssj.v49i1.9821
Fibrianto, E., Hidayat, T., Darmawan, W. B., & Djuyandi, Y. (2022). Interoperabilitas TNI dengan Lembaga Negara Lainnya dalam Mewujudkan Pengamanan Wilayah Perbatasan Negara (Studi Kasus di Laut Natuna Utara). Aliansi: Jurnal Politik, Keamanan dan Hubungan Internasional, 1(2), 119–127.
Harini, R. (2021). Valuasi Ekonomi di Kawasan Geopark: Sebuah Kajian untuk Mitigasi Bencana Lingkungan. UGM Press.
Heppi, H. D., & Marzaman, A. P. (2023). Meningkatkan Keamanan Maritim: Sistem Pemantauan Lalu Lintas Kapal (VTMS) Deteksi Radar dan Pencegahan Kapal Berbahaya. Jurnal Arajang, 6(2), 49–61. https://doi.org/10.31605/arajang.v6i2.3249https://doi.org/10.31605/arajang.v6i2.3249
Hutahaean, G. M. N. (2024). Asean Outlook on the INDO-Pacific Sebagai Strategi Diplomasi Indonesia di Asean pada Kawasan INDO-Pasifik dalam Rangka Menjaga Stabilitas Keamanan Tahun 2019-2023. Universitas Nasional.
Kardono, P. (2015). Informasi Geospasial untuk Pembangunan Kemaritiman. Naskah Paparan Kepala BIG di Kementerian Kelautan dan Perikanan, 12.
Mariane, I. (2020). Illegal Fishing di Kawasan Perbatasan Laut Teritorial Indonesia. Supremasi Hukum, 16(01), 7–15.
Milanisti, Z. S., & Wedhatami, B. (2025). Analisis Yuridis Kewenangan TNI AL dalam Penegakan Hukum di Bidang Perikanan Menurut Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dalam Perspektif HAN. Bookchapter Hukum dan Lingkungan, 1, 1855–1880.
Mirza, M., & Almubaroq, H. Z. (2022). Pola Operasi Keamanan Laut Diperairan Kepualauan Indonesia. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(12), 3985–3994. https://doi.org/10.47492/jip.v2i12.1427https://doi.org/10.47492/jip.v2i12.1427
Muna, R. A. A., Ras, A. R., Widodo, P., Saragih, H. J. R., & Suwarno, P. (2023). Sea Power Indonesia Related to Geopolitics in the South China Sea and Geoeconomics in the North Natuna Sea Sloc & Slit. Jurnal Kewarganegaraan, 7(1), 735–741.
Pertahanan, P., Pramono, M. T. N. I. P. D. B., SIP, S. H., & MM, M. A. (N.D.). Penjaga Kedaulatan.
Press, U. G. M. (2025). Tantangan Presiden ke-8 Republik Indonesia: Pemikiran Akademisi Universitas Gadjah Mada. UGM Press.
Rahardjo, M. (2011). Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif.
Rahmad, R. A. (2016). Peran Penyidik TNI AL dalam Penegakan Hukum di Wilayah Terluar Indonesia. Prosiding Seminar Bersama, 132.
Sahupala, N. V. A. (2024). Kerja Sama Indonesia-Australia dalam Mengatasi Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing di Laut Arafuru Tahun 2017-2023. Universitas Kristen Indonesia.
Sengadji, K. G. (2021). Analisis Penegakan Hukum di Bidang Pelayaran dalam Rangka Mendukung Program Tol Laut yang Efektif dan Efisien. Universitas Islam Sultan Agung (Indonesia).
Sumarna, D., & Kadriah, A. (2023). Penelitian Kualitatif terhadap Hukum Empiris. Jurnal Penelitian Serambi Hukum, 16(02), 101–113. https://doi.org/10.59582/sh.v16i02.730https://doi.org/10.59582/sh.v16i02.730
Supit, J. N., Aguw, Y. O., & Lengkong, N. L. (2025). Penegakan Hukum terhadap Keamanan Laut di Wilayah Perbatasan Menurut Hukum Laut Indonesia. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(5), 52–74.
Turi, T. M., Sudiarto, A., & Warka, I. W. (2023). Implementasi Pengamanan Laut oleh Bakamla RI di Wilayah Perairan Indonesia dan Yurisdiksi Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 7(2), 2356–2364. https://doi.org/10.31316/jk.v7i2.5726https://doi.org/10.31316/jk.v7i2.5726
Yanuar, T. (2021). Efektivitas Penggunaan Unmanned Aerial Vehicles dalam Penanggulangan Maritime Transnational Organized Crime. Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal), 9(1), 72–98. https://doi.org/10.52307/jmi.v9i1.69https://doi.org/10.52307/jmi.v9i1.69




















