Eksploitasi Kepiting Rajungan di Bawah Ukuran Minimal (Baby Crab) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan Exploitation of Undersized Blue Swimming Crabs (Baby Crabs) in the Bangka Belitung Islands Province in the Perspective of Law Number 45 of 2009 on Fisheries
Main Article Content
Abstract
This study was motivated by the widespread exploitation of undersized blue swimming crabs, commonly referred to as baby crabs, for food and snacks in the Bangka Belitung Islands Province. This practice violates prevailing legal provisions, particularly Law Number 45 of 2009 on Fisheries and Minister of Marine Affairs and Fisheries Regulation Number 7 of 2024 concerning the Management of Lobster, Crab, and Blue Swimming Crab. The objective of this study is to analyze the legality of baby crab exploitation and evaluate the effectiveness of law enforcement in preventing such practices. The research employed an empirical juridical method with a statutory and descriptive approach. Data were collected through observations and interviews with business actors, local communities, and the Department of Marine Affairs and Fisheries, supported by literature review. The findings reveal that the exploitation of baby crabs constitutes a criminal offense under fisheries law, as it violates Article 100C of Law Number 45 of 2009 and the provisions of Ministerial Regulation Number 7 of 2024. However, weak law enforcement, low public awareness, and the limited effectiveness of persuasive measures by authorities have allowed the practice to persist. Therefore, intensive supervision, consistent enforcement of sanctions, and collaborative efforts among local governments, academics, and NGOs are needed to enhance legal literacy among coastal communities in support of sustainable fisheries resource management.
Downloads
Article Details

Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
References
Abdul QodiR, J. (2015). Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing: Upaya Mencegah dan Memberantas Illegal Fishing dalam Membangun Poros Maritim Indonesia. Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 3(1), 168. https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/Supremasi/issue/view/280
Aistri. (2022). Bayi Diperjualbelikan, Kenapa Kkp Harus Turun Tangan? Koral. https://koral.info/id/bayi-diperjualbelikan-kenapa-kkp-harus-turun-tangan/
Duradin, D. (2017). Kebijakan Pemerintah Di Bidang Perikanan Untuk Pelestarian Lingkungan Hidup Dan Kesejahteraan Nelayan. Sytax Literature, 2(12), 219. https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/271
Dwiyanti Suryono, D. (2019). Sampah Plastik di Perairan Pesisir dan Laut : Implikasi Kepada Ekosistem Pesisir Dki Jakarta. Jurnal Riset Jakarta, 12(1), 17–23. https://doi.org/10.37439/jurnaldrd.v12i1.2
Fadli, & Rijal, M. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Jurnal Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 2021. https://journal.uny.ac.id/index.php/humanika/
Fatimah, E. (2024). Baby Crab Yang Dikira Sampah Tapi Akhirnya Jadi Pundi-Pundi Rupiah. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/ekafatimah4598/6613a687c57afb3b14102312/baby-crab-yang-dikira-sampah-tapi-akhirnya-jadi-pundi-pundi-rupiah
Galih Orlando. (2023). Hukum Sebagai Kontrol Sosial Dan Social Enggineering. Tarbiyah Bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama Dan Sains, 7(1). https://doi.org/10.58822/tbq.v7i1.111
Hardinata, D., & Mesra, R. (2024). Peranan Pemerintah Desa dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pada Sektor Perikanan di Desa Mantang Besar, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan. ETIC (Education and Social Science), 1(4), 312. https://naluriedukasi.com/index.php/eticjournal/article/view/70
Haryanto. (2022). Unik, Pedagang Baby Crab Crispy di Pangkalpinang Kenakan Pakaian Adat Saat Jualan. Lintasbabel.Inews.Id. https://lintasbabel.inews.id/read/145206/unik-pedagang-baby-crab-crispy-di-pangkalpinang-kenakan-pakaian-adat-saat-jualan/3
Hendra, H., Nur, M., Haeril, H., Junaidin, J., & Wahyuli, S. (2023). Strategi Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat Miskin Pesisir. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 12(1), 72–80. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v12i1.16880
Irawan, A. (2018). Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Perikanan. Jurnal Yuridis UNAJA, 1(1), 43. https://doi.org/10.5281/jyu.v1i1.102
Kusdiantoro, K., Fahrudin, A., Wisudo, S. H., & Juanda, B. (2019). Perikanan Tangkap Di Indonesia: Potret Dan Tantangan Keberlanjutannya. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 14(2), 145. https://doi.org/10.15578/jsekp.v14i2.8056
Laily, D. W., Roidah, I. S., & Rizkiyah, N. (2024). Efektivitas Peningkatan Pendapatan Nelayan Kepiting Rajungan (Portunus pelagicus) melalui Pendekatan Analisis Biaya di Kabupaten Situbondo. Jurnal Ilmiah Manajemen Agribisnis, 12(2), 91–100. https://doi.org/10.33005/jimaemagri.v12i2.28
Luhur, E. S., Asnawi, A., Arthatiani, F. Y., & Suryawati, S. H. (2020). Determinan Permintaan Ekspor Kepiting/Rajungan Olahan Indonesia Ke Amerika Serikat: Pendekatan Error Correction Model. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 10(2), 131. https://doi.org/10.15578/jksekp.v10i2.9271
Mahmudah, N. (2015). Illegal Fishing: Pertanggungjawaban Pidana Korporasi di Wilayah Perairan Indonesia. Sinar Grafika.
Matthew B Miles, A Michael Huberman, J. S. (2020). Qualitative Data Analysis (A Methods Sourcebook) (Helen Salmon (ed.)). SAGE Publications.
Putra, R. R. (2018). Upaya World Wildlife Fund for Nature Indonesia dalam Mengurangi Permasalahan Overfishing Tuna di Indonesia Melalui Skema Seafood Savers pada Tahun 2015-2017 [Universitas Katolik Parahyangan]. https://repository.unpar.ac.id/handle/123456789/8408
Ramdayanti, E., Argenti, G., & Marsingga, P. (2021). Peran Pemerintah Dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Di Desa Ciparagejaya Kabupaten Karawang. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa, 6(2), 194–201. https://doi.org/10.33701/jipsk.v6i2.1895
Rangkuti, Muhtadi, A., Rahmawati, A., & Adimu, H. (2022). Ekosistem pesisir & laut Indonesia. Bumi Aksara.
Satria, A. (2015). Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Sidiq, R. C. M., Hermana, A., & Hardiman, D. M. (2024). Implementasi Pasal 19 Ayat (2) Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting Dan Rajungan. Pustaka Galuh Justisi, 3(1), 436. https://ojs.unigal.ac.id/index.php/pustakagaluh/article/view/4593
Sompotan, H. M. (2018). Penerapan Hukum Dalam Pengelolaan Ekonomi Kelautan Bidang Perikanan di Indonesia. Lex et Societatis, 6(1), 61. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexetsocietatis/article/view/19670
Wahyuningtiyas, uli W. (2017). Penanganan Tindak Pidana di Bidang Perikanan Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan. RECTHEN, 6(1), 368. https://ejurnal.uij.ac.id/index.php/REC/article/view/197
Winata, I. N. P. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Pendekatan Pengembangan Usaha Perikanan. Jurnal Kelautan Dan Perikanan Terapan (JKPT), 1(3), 91. https://doi.org/10.15578/jkpt.v1i0.12053
Wiyono, E. S., & Mustaruddin, . (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pembangunan Perikanan: Studi Kasus Pada Perikanan Tangkap Di Indramayu (Factors affecting the performance of fisheries development: A case study of capture fisheries in Indramayu). Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 7(1), 109–115. https://doi.org/10.29244/jmf.7.1.109-115




















