Upaya Pemerintah Nagari dalam Mengatasi Fenomena Illegal Logging (Studi di Nagari Lubuk Karak Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya) Government Efforts of Nagari in Addressing the Phenomenon of Illegal Logging (A Study in Nagari Lubuk Karak, IX Koto District, Dharmasraya Regency)
Main Article Content
Abstract
This research is motivated by the phenomenon of illegal logging in Nagari Lubuk Karak, Dharmasraya Regency. The problem of illegal logging is very troubling because it can lead to various natural disasters such as floods and landslides, this happens because of excessive logging and not having a permit. The phenomenon faced today is not only the responsibility of the central government and the police, but it requires the role of the village apparatus to invite and direct the community to prevent and overcome the phenomenon of illegal logging and preserve the forest. This study aims to determine the causes and describe the government's efforts in overcoming the phenomenon of illegal logging in Nagari Lubuk Karak, Dharmasraya Regency. This research is a qualitative-descriptive study with data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. The informant selection technique uses purposive sampling consisting of the Nagari Wali, Nagari Secretary, Community Leaders, and the Dharmasraya Regency Forestry Service. Data analysis techniques, namely: data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The data validity test uses source triangulation and technique triangulation. The results showed that some of the causes of illegal logging in Nagari Lubuk Karak were: The desire of the community to get instant results in work, Low public awareness in preserving forests, Illegal Logging has a high economic value for the community, and Lack of supervision from the authorities. Meanwhile, the efforts made by the Lubuk Karak Nagari government in overcoming the phenomenon of illegal logging, namely: Making local regulations, Supervision, Cooperating with related agencies, Firm and critical in granting and revoking forest management licenses.
Downloads
Article Details

Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
References
Cao, Ngoc Anh. (2017). Timber trafficking in Vietnam : Crime, security and the environment. Cham: Palgrave Macmillan.
Demak, A. A. K. (2020) Penerapan Sanksi Administrasi dalam Upaya Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lex Administratum, 8(3).
Eryani, N. D. (2020). Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Kerusakan Lingkungan Hidup di Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya. Jurnal Demokrasi dan Politik Lokal, 2, (1), 1-15.
Fadhila, L., & Hadi, A. (2018). Tinjauan Kriminologis Terhadap Tindak Pidana Illegal Logging di Kabupaten Aceh Selatan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana, 2(2), 375-385.
Felia, S., & Kartika, F. B. (2020). Tindak Pidana Illegal Logging Ditinjau Dari Perspektif Undang-Undang No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jurnal Lex Justita, 1(2), 186-195.
Harahap, I., Pratiwi, R., & Yalid, Y. (2022). Perbandingan Mekanisme Gugatan Kelompok Msyarakat Dan Gugatan Oleh Organisasi Lingkungan Hidup. Jurnal Karya Ilmiah Multidisplin (JURKIM), 2(1), 18-23.
Helaludin & Wijaya, H. (2018). Analisis Data Kualitatif. Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.
Hendri, M. F., Firdaus, E., & Diana, L. (2016). Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan Sebagai Instrumen dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Kampar (Doctoral Dissertation, Riau University).
Ismanullah, I., Haryanti, D., & Endri, E. (2023). Penanggulangan Tindak Pidana Illegal Logging (Studi Kasus di Desa Pengujan Kabupaten Bintan) Doctoral dissertation, Universitas Maritim Ali Haji).
Lukito, W. (2018). Implementasi Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Biadang Penegakan Hukum Pidana Terhadap Kasus Illegal Logging (Studi Kasus Polres Rembang). Jurnal Hukum Khaira Ummah, 13(1), 153-160.
Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Teori dan Aplikasi disertai Contoh Proposal). Yogyakarta: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat UPN ”Veteran”.
Ningsih, Harmia. (2015). Persepsi Masyarakat Terhadap Illegal Logging di Desa Parumpanai Kabupaten Luwu Timur. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makasar.
Prabowo, H. R. (2023). Penegakkan Hukum Pidana dalam Menanggulangi Kejahatan Tindak Pidana Hasil Illegal Logging Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pengerusakan Hutan. Dinamika Hukum, 14 (1).
Rahmi Hidayati D. (2016). Pemberantasan Illegal Logging dan Penyelundupan Kayu, Wana Aksara, Jakarta.
Rondo, P. A. M (2022). Qou Vadis Penegakan Hukum: Kewenangan Pemerintah Terhadap Lingkungan Hidup dalam Kasus Illegal Logging di Indonesia. Jurnal Syntax Transformation, 3(04), 532-537.
Rudy, R., Yonariza, Y., Helvi Yanfika, H. Y., Rahmat, A., Rahmat, A., Ramadhani, W., … & Mutholib, A. (2021). Forest Cover Change and Legal Pluralism in Forest Management: A Review and Evidence From West Sumatra, Indonesia.
Rusyidi, J., Januri, J., & Santina, R. (2023). Tanggungjawab Pemerintah dalam Penegakkan Lingkungan Hidup Ditinjau Dari Perspektif Hukum Administrasi Negara. Audi Et AP: Jurnal Penelitian Hukum,2(01),54-63.
Sidiq, U. dan Miftachul C. (2019). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. Ponorogo: CV. Nata Karya
Ummiyatul, Q. A. (2022) Pencegahan Perusakan Hutan Lindung di Provinsi Sumatera Barat (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).
Widodo, P., & Sidik, A. J. (2020) . Perubahan Ttupan Lahan Hutan Lindung Gunung Guntur Tahun 2014 sampai dengan Tahun 2017. Wanamukti: Jurnal Penelitian Kehutanan, 21(1), 30-48.
Zulaikhah, S. (2020). Pengembangan desa wisata Rahtawu dalam membentuk wisata berkelanjutan dan bersaing melalui sistem kolaborasi (pemerintah dan masyarakat). Pengembangan Masyarakat Islam, 4(1), 57-70.




















