Pembagian Harta Bersama dalam Perceraian Tanpa Perjanjian Perkawinan dengan Istri sebagai Pencari Nafkah Division of Joint Property in Divorce Without a Marriage Agreement with the Wife as the Breadwinner

Crossmark

Main Article Content


Abstract

The division of marital property in marriages without a prenuptial agreement is often based on equal distribution, even when the wife serves as the primary breadwinner and bears most of the family’s economic burden. The absolute application of such equal distribution may disregard the parties’ actual contributions and result in substantive injustice. This study aims to analyze the juridical and sociological dynamics of marital property division for wives who serve as primary breadwinners and examine strategies for resolving such matters through notarial institutions. The study employed a normative-empirical juridical method by combining an analysis of positive legal norms, sociological facts in the field, and a jurisprudential approach. The results show that a formal approach oriented toward equal distribution often fails to consider the wife’s economic contribution proportionally. Therefore, marital property should be divided based on the principles of distributive and proportional justice, as reflected in the jurisprudence of the Supreme Court. Notarial institutions have a strategic role in facilitating out-of-court dispute resolution through a Deed of Marital Property Division Agreement. A proactive approach by notaries, an objective examination of documents and the origins of assets, and persuasive mediation can reconcile the interests of the parties and produce an authentic deed that reflects gender justice. This study affirms that the proportional division of marital property, supported by notarial instruments, can provide legal protection oriented toward substantive justice without compromising legal certainty.

Downloads

Download data is not yet available.

Citation Metrics & Similar Scopus Articles

Data source Crossref
0
citations
Citation counts are source-specific and may differ because database coverage, reference matching, and update schedules are different. Counts are not added together. Crossref values represent citation links registered and matched by Crossref.
Check Secondary Documents in Scopus
Open this article in Scopus, then check the Secondary documents tab. Use Manual Citation Fallback only for counts you have verified manually.
Open in Scopus
Similar Scopus Articles
Scopus
  1. Khan N.L.M.A. (2026)
    The Dependence Relationship between Labor Market and the Malaysian Economy: A Copula Entropy Approach without Parameterized Assumptions
    Sains Malaysiana, 55(6), 1067-1076
  2. Sattar M.A. (2026)
    Lightweight Authentication Protocol for Unmanned Aerial Vehicles (LA-UAV) for Future Cellular Networks
    Asia Pacific Journal of Information Technology and Multimedia, 15(1), 379-409
  3. Massinai M.F.I. (2026)
    Stability of Cross-Gradient Joint Inversion under Noisy Conditions: A Systematic Review
    Sains Malaysiana, 55(6), 959-973

Article Details

How to Cite
Auliana, R. (2026). Pembagian Harta Bersama dalam Perceraian Tanpa Perjanjian Perkawinan dengan Istri sebagai Pencari Nafkah. AHKAM, 5(4), 4029-4044. https://doi.org/10.58578/ahkam.v5i4.11631

References

Ali, A. (2009). Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicialprudence): Termasuk Interpretasi Undang-Undang (Legisprudence). Kencana Prenada Media Group.

Asni. (2015). Idealisasi Perlindungan Istri dalam Penerapan Hukum Harta Bersama di Pengadilan Agama. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 9(2), 285–302. https://doi.org/10.24090/mnh.v9i2.503

Asnawi, M. N. (2022). Hukum Harta Bersama: Kajian Perbandingan Hukum, Telaah Norma, Yurisprudensi, dan Pembaruan Hukum (Edisi revisi). Kencana.

Departemen Agama Republik Indonesia. (2001). Bahan Penyuluhan Hukum UU No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dan Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

Djuniarti, E. (2017). Hukum Harta Bersama Ditinjau dari Perspektif Undang-Undang Perkawinan dan KUH Perdata. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 17(4), 445–461. https://doi.org/10.30641/dejure.2017.V17.445-461

Estryana, P. P. (2022). Peranan Notaris dalam Pembuatan Akta Pembagian Harta Bersama Akibat Perceraian. Jurnal Locus Delicti, 3(2), 135–149. https://doi.org/10.23887/jld.v3i2.1610

Hadikusuma, H. (2022). Hukum Perkawinan Indonesia: Menurut Perundangan, Hukum Adat, dan Hukum Agama (Edisi revisi). Mandar Maju.

Hasanah, U., Adnan, & Widayati, U. (2026). Analisis Yuridis Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian: Studi Putusan MA Nomor 266 K/Ag/2010. Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga, 18(1), 46–71. https://doi.org/10.20414/alihkam.v18i1.16009

Hasanah, U., & Salwa, S. (2026). Peran Notaris dan PPAT dalam Menjelaskan Isi Akta kepada Para Pihak sebagai Upaya Perlindungan Hukum. Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, 5(2), 106–121. https://doi.org/10.55606/jhpis.v5i2.6269

Heriani, F. N. (2024, July 8). Peran Penting Notaris dalam Menanggulangi Sengketa Kepemilikan Tanah. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/peran-penting-notaris-dalam-menanggulangi-sengketa-kepemilikan-tanah-lt668c076e35d15/

Jamil, A., Nikmah, K., & Rahman, N. F. (2025). Keadilan Distributif dalam Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian: Kajian Yuridis dan Sosiologis. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(1), 939–960. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i1.1044

Kamsiah, K., & Fajriyyah, L. (2022). Istri sebagai Pencari Nafkah Utama: Studi Normatifitas Hukum Islam dan Urusan Domestik di Kelurahan Loa Bakung. FENOMENA, 14(2), 39–56. https://doi.org/10.21093/fj.v14i2.6375

Karwati, S. (2025, October 22). Fenomena Wanita sebagai Tulang-Punggung Keluarga. Nggalek.co. https://nggalek.co/2025/10/22/fenomena-wanita-sebagai-tulang-punggung-keluarga/

Kurniawan, M. B. (2018). Pembagian Harta Bersama Ditinjau dari Besaran Kontribusi Suami Istri dalam Perkawinan. Jurnal Yudisial, 11(1), 41–53. https://doi.org/10.29123/jy.v11i1.224

Limbong, P. H., Siregar, S. A., & Yasid, M. (2023). Pengaturan Hukum dalam Pembagian Harta Bersama Perkawinan Menurut Hukum Perdata yang Berlaku Saat Ini di Indonesia. Jurnal Retentum, 5(2), 177–191. https://doi.org/10.46930/retentum.v5i2.1346

Melia, M., Abubakar, M., & Darmawan, D. (2019). Pembagian Harta Bersama Setelah Perceraian: Studi terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 597K/Ag/2016. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 7(3), 506–518. https://doi.org/10.29303/ius.v7i3.665

Mertokusumo, S. (1986). Mengenal Hukum: Suatu Pengantar. Liberty.

Musyaffa, R. M., & Nugraha, V. K. (2021). Akibat Hukum Perjanjian Perkawinan.

Ni’mah, A. F. A. F., & Yunanto, Y. (2023). Analisis Manfaat dan Pentingnya Perjanjian Perkawinan. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 1327–1334. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.2932

Nurazis, S., & Anwar, M. (2022). Istri Pencari Nafkah Perspektif Hukum Islam. JSHI: Jurnal Syariah Hukum Islam, 1(1), 1–23. https://journal.iaidalampung.ac.id/index.php/jshi/article/view/19

Oktavia, K., & Rahayu, M. (2025). Analisis Perlindungan Hukum Tanah Belum Bersertifikat Melalui Akta Notaris. Jurnal USM Law Review, 8(3), 1949–1977. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12742

Oktavira, B. A. (2023, April 6). Pembagian Harta Bersama Jika Tidak Ada Perjanjian Perkawinan. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/klinik/a/harta-bersama-jika-tak-ada-perjanjian-perkawinan-cl2159/

Pharawangsa, L. C., & Apriani, R. (2023). Penyelesaian Masalah Perceraian Secara Adat dengan Ketentuan Pembagian Harta Bersama Secara Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(8), 755–764. https://doi.org/10.5281/zenodo.7901685

Prakoso, D., & Murtika, I. K. (1987). Azas-Azas Hukum Perkawinan di Indonesia. Bina Aksara.

Prima, A. M., & Susetyo, H. (2021). Peranan dan Tanggung Jawab Notaris dalam Pembagian Harta Bersama Berdasarkan Putusan Nomor 300/Pdt.G/2020/PA BTA. Jurnal Hukum dan Bisnis (Selisik), 7(2), 16–33. https://doi.org/10.35814/selisik.v7i2.3040

Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan. (2013, January 9). Syarat-Syarat Perkawinan. https://pkbh.uad.ac.id/syarat-syarat-perkawinan/

Puspitasari, N. P. I., Antari, P. E. D., Arsawati, N. N. J., & Gorda, A. A. A. N. T. R. (2025). Kepastian Hukum atas Syarat Sah Terkait Batas Usia dalam Perkawinan Berdasarkan Undang-Undang Perkawinan. Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum, 5(3), 267–275. https://doi.org/10.56128/jkih.v5i3.665

Sihaan, A. Y., & Hasanah, A. N. (2023). Peran Notaris sebagai Pembuat Akta Otentik dalam Proses Pembuktian di Pengadilan. Al-Usrah: Jurnal Al Ahwal As Syakhsiyah, 11(1), 23–37. https://doi.org/10.30821/al-usrah.v11i1.16650

Syaifuddin, M., Turatmiyah, S., & Yahanan, A. (2022). Hukum Perceraian. Sinar Grafika.

Tutik, T. T. (2006). Pengantar Hukum Perdata di Indonesia. Prestasi Pustaka.

Usman, R. (2006). Aspek-Aspek Hukum Perorangan dan Kekeluargaan di Indonesia. Sinar Grafika.

Widaswari, A. I. A. D., Budiartha, I. N. P., & Widyantara, I. M. M. (2022). Pembagian Harta Tak Bergerak Akibat Perceraian Berdasarkan Putusan Nomor 149/Pdt.G/2017/PN Tabanan. Jurnal Konstruksi Hukum, 3(1), 51–56. https://doi.org/10.22225/jkh.3.1.4234.51-56

Widianingrum, A. C., & Badriyah, S. M. (2025). Peran dan Tanggung Jawab Notaris dalam Penyelesaian Sengketa Perdata di Indonesia Melalui Akta Notaris. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 5(3), 127–139. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v5i3.6593

Wiraguna, S. A. (2024). Metode Normatif dan Empiris dalam Penelitian Hukum: Studi Eksploratif di Indonesia. Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum, 3(3). https://doi.org/10.59818/jps.v3i3.1390

Yamin, A., Dewi, G., Sanafiah, F., & Gunawan, J. (2023). Buku Ajar Pengantar Ilmu Hukum. Jakad Media Publishing.