Inheritance Rights of Children Born Out of Wedlock: Comparative Indonesia and Malaysia Child Protection Radbruch Analysis
Main Article Content
Abstract
Constitutional Court Decision No. 46/PUU-VIII/2010 marked a paradigm shift in Indonesian family law by recognizing the legal relationship between children born out of wedlock and their biological fathers, particularly in relation to inheritance rights previously constrained by the absence of marriage registration. This study aimed to analyze the legal implications of the decision through Law No. 35 of 2014 on Child Protection and Gustav Radbruch’s legal values of justice, utility, and legal certainty. The study employed doctrinal and philosophical approaches to evaluate whether the decision fulfills substantive justice and the principle of the best interests of the child. The findings indicate that the decision aligns with Radbruch’s three legal values by advancing child protection and reducing discriminatory treatment against children born out of wedlock. However, a significant gap remains between normative recognition and practical enforcement due to the absence of clear technical regulations and unequal access to DNA testing mechanisms. In comparison, Malaysia applies a more conservative Islamic legal framework, in which children born out of wedlock are legally recognized only in relation to the mother and are excluded from inheritance rights from the biological father under faraid principles, although limited protection may be provided through hibah, wasiat, or state welfare institutions. The study concludes that Constitutional Court Decision No. 46/PUU-VIII/2010 provides an important foundation for strengthening substantive justice and child protection in Indonesia, but its effectiveness depends on clearer regulatory implementation. These findings contribute to the discourse on comparative family law, child protection, and legal philosophy, while offering practical implications for policymakers to strengthen legal certainty and ensure equal protection for all children without discrimination.

Citation Metrics:
Downloads
Article Details

Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
References
Ali Abdul Gani Abdullah. (1994). Pengantar Kompilasi Hukum Islam dalam Tata Hukum Indonesia. Gema Insani Press.
Achmad Ali. (2023). Menguak teori hukum dan teori peradilan termasuk interpretasi undang-undang. Kencana.
Adji Samekto. (2025). Memahami ajaran hukum Gustav Radbruch. Rajawali Press.
Afdhali, D. R., & Syahuri, T. (2023). Idealitas penegakan hukum ditinjau dari perspektif teori tujuan hukum. Collegium Studiosum Journal, 6(2), 555–561. https://doi.org/10.56301/csj.v6i2.1078
Agatha, G. Pembuktian dan pengesahan anak luar kawin serta akibat hukumnya setelah berlaku Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 dalam pandangan hukum Islam.
Ahmad Tirmidzi, Mahmudi, Z., & Toriquddin, M. (2025). Hak waris anak luar nikah perspektif keadilan hukum Hans Kelsen dan waris Sunni: Studi PMK Nomor 46 PUU-VIII 2010. Al-Ijtimaiyyah, 8(2). https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i2.14641
Amir Syarifuddin. (2016). Hukum Perkahwinan Islam di Indonesia: Antara fiqh munakahat dan Undang-Undang Perkahwinan. Prenada Media.
Angelin, M. S. R., Putri, F. D., & Sanduan, A. P. (2021). Dilema hak mewaris anak luar kawin dalam perspektif hukum perdata. Jurnal Hukum, 4(2).
Anisyaniawati, A., Kusuma, F. N., Zanati, H., & Chandra, H. A. (2025). Konsep hukum dan keadilan dalam pemikiran Gustav Radbruch. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 2(1). https://journal.forikami.com/index.php/praxis/article/view/954
Bulian, P., & Sumailan, F. Penegakan hukum tindak pidana penelantaran oleh orang tua terhadap anak di bawah umur.
Chaniago, I. P. (2026). Pemberian nafkah iddah kepada istri nusyuz karena penyimpangan seksual sesama jenis perspektif teori tujuan hukum Gustav Radbruch: Studi Putusan Nomor 230/Pdt/2025/Ms/Bna [Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim]. http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/84095
Dzaky, M. (2022). Tanggung jawab orang tua sebagai wali dalam pengurusan harta waris anak di bawah umur berdasarkan hukum Islam. Jurnal Hukum Lex Generalis, 3(6), 478–489. https://doi.org/10.56370/jhlg.v3i6.276
Fahrul Rozi. (2025). Sosiologi hukum dan perubahan sosial: Studi kasus UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sebagai respon terhadap kesadaran sosial yang meningkat akan hak anak. Jurnal Hukum & Pembangunan, 55(2). https://doi.org/10.21143/jhp.vol55.no.2.1751
Hartanto, D. J. A. Hak waris anak luar kawin pasca Putusan Mahkamah Konstitusi.
Hjh Nor binti Haji Puteh, & Kurniawan, C. S. (2025). Reforming Islamic family law in Southeast Asia: A comparative study of Indonesia, Malaysia, and Brunei Darussalam. Asian Journal of Islamic Studies and Civilization, 2(1). https://doi.org/10.62976/ajisc.v2i1.1367
Hududillah, T. H., Nikmah, S., Hamdi, F., & Bawana, T. A. (2025). Reconstructing Islamic family law in ASEAN: A normative analysis of marriage, divorce, and inheritance in plural legal systems. Journal, 2.
Hutasoit, E. L. Perlindungan hukum bagi anak luar nikah di Indonesia: Studi komparasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46 PUU-VIII 2010 dan hukum Islam. Jurisprudensi, 16(2). https://doi.org/10.32505/jurisprudensi.v16i2.8938
Ismail, I. C. C. Y., & Sulatri, K. (2025). Analisa hukum terhadap asas kepentingan terbaik bagi anak: Studi kasus Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. IERJ, 3(2). https://doi.org/10.62976/ierj.v3i2.1269
Judiasih, S. D., Lestari, P. W., & Nugroho, B. D. (2024). Kedudukan waris anak luar kawin yang tidak diakui sebagai anak sah oleh ayah biologis pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010. Jurnal, 7(2).
Kamal Mukhtar. (1993). Asas-asas hukum Islam tentang perkawinan (Cet. 3). Bulan Bintang.
Kanifah, A. N., & Santoso, L. (2024). Pemenuhan hak anak pasca perceraian perspektif hukum positif dan teori tujuan hukum Gustav Radbruch. Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies, 6(1). https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v6i1.9128
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya edisi penyempurnaan. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Khoirunnisa, K. (2026). Implikasi hukum status anak luar kawin pasca Putusan MK Nomor 46 PUU/VIII/2010. Jurnal, 1(2).
Kusumo, B. A., & Supriyanta, S. (2025). Eksistensi perkawinan sirri setelah keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 19(1), 394. https://doi.org/10.35931/aq.v19i1.4397
Lenny Nadriana, & Yunani, E. (2023). Implementasi perlindungan hukum terhadap hilangnya hak istri dan anak akibat pernikahan siri. JAEAP, 2(1). https://doi.org/10.24967/jaeap.v2i01.2065
Lestari, M. Hak anak untuk mendapatkan perlindungan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Lisasih, N. Y., & Wahyudi, E. Kajian terhadap proses pembuktian gugatan hak anak luar kawin melalui alat bukti tes DNA dikaji dari Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII-2010, KUHPerdata dan teori keadilan.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2010). Putusan Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang kedudukan anak di luar kawin. Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi. https://www.mkri.id/public/content/persidangan/sinopsis/ikhtisar_561_1440_Ikhtisar%2046-PUU-VIII-2010_Zaka%20(4).pdf
Manoppo, B., & Soeikromo, D. Hak waris anak di luar nikah ditinjau dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Kompilasi Hukum Islam.
Margono. (2019). Asas keadilan, asas kemanfaatan & kepastian hukum dalam putusan hakim. Sinar Grafika.
Marzuki, P. M. (2010). Penelitian hukum. Kencana.
Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum (Cetakan pertama). Unram Press.
Muhammad Ainul Hakim, & Rozy, F. (2024). Studi komparatif hak waris anak luar nikah perspektif hukum Islam dan hukum perdata. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(5). http://dx.doi.org/10.35931/aq.v18i5.3940
Muhammad Amin Suma. (2008). Himpunan undang-undang perdata Islam & peraturan pelaksana lainnya di negara hukum Indonesia. Rajawali Press.
Muthmainah. (2024). Perlindungan hukum hak keperdataan anak luar kawin. Inkracht, 4(1). https://inkracht.borobudur.ac.id
Nahak, A. (2023). Problematika eksekusi Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara dalam perspektif hukum Gustav Radbruch. Jurnal, 2.
Ningsih, R. K., & Tuasikal, H. (2025). Critical review of police performance in upholding law enforcement and human rights in Indonesia. JULR, 8(1). https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.1175
Nugraha, R. Teori hukum kemanfaatan dalam pelaksanaan tindak pidana pemberantasan narkotika.
Nurazizah, A., Ambarwati, S. D., & Yuliarsih, T. (2025). Perlindungan hak-hak anak luar nikah dalam Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010 ditinjau berdasarkan. Journal for Islamic Studies, 8(4).
Nurrahim Hasan Al Banna, Ardana, N. N., Kurniawan, M. F., & Prasetyo, R. D. (2025). Analisis ketimpangan keadilan di Indonesia: Potret buram hukum yang berpihak pada kuasa. PJK, 5(1), 125–134. https://doi.org/10.52738/pjk.v5i1.728
Nusron Wahid, N. (2019). Hukum perkawinan Islam di Indonesia: Perbandingan fiqh dan hukum positif. CV Pustaka Setia.
Oksidelfa Yanto. (2020). Negara hukum: Kepastian, keadilan dan kemanfaatan hukum. Pustaka Reka Cipta.
Rachmadhiva, A. S., & Setyorini, H. H. (2025). Implikasi kekeliruan substansi permohonan penetapan pengadilan terhadap kedudukan hukum anak luar kawin. Wajah Hukum, 9(1), 282. https://doi.org/10.33087/wjh.v9i1.1708
Radindi, N. A. (2023). Pemberian wasiat wajibah bagi anak luar kawin dalam hukum Islam. Jurnal, 4(2).
Rambe, S. A.-H., Sembiring, R., & Ikhsan, E. (2025). Analisis yuridis tentang status hak waris anak yang lahir diluar perkawinan sah pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 dalam perspektif hukum Islam. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(6). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i6.2035
Rini, D. A. Z. (2023). Status anak di luar nikah dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam: Telaah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. Familia: Jurnal Hukum Keluarga, 4(2), 91–106. https://doi.org/10.24239/familia.v4i2.87
Saifuddin, M. (2025). Stratifikasi sosial dan ketidaksetaraan akses keadilan: Analisis sosio-legal terhadap sistem peradilan Indonesia. https://doi.org/10.37950/ijd.v7i4.627
Savina, S., Hamzah, Y. A., & Jasmaniar, J. (2025). Kedudukan hak waris anak luar nikah menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia. Legal, 1(1). https://jurnal.fh.umi.ac.id/index.php/legal/article/view/1368
Siti Fitrotun. (2022). Perlindungan anak dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 dalam perspektif fikih hadhanah. IJSHI, 9(1). https://doi.org/10.34001/ijshi.v9i1.3258
Suhartoyo. (2025). Analisis yuridis pertanggungjawaban hukum pidana korporasi menurut teori kepastian hukum Jan Michiel Otto. Jurnal, 2(10). https://doi.org/10.55324/jgi.v2i10.246
Syafi’i, I., Faiqoh, R., & Fronzoni, V. (2023). Meaning of mitsaqan ghalidzhan in study contemporary interpretation Quraish Shihab thoughts. MILRev: Metro Islamic Law Review, 2(2), 115. https://doi.org/10.32332/milrev.v2i2.7807
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Undang-undang perlindungan anak: Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014. (2015). Pustaka Mahardika.
Usman, R. (2016). Prinsip tanggung jawab orangtua biologis terhadap anak di luar perkawinan. Jurnal Konstitusi, 11(1), 168. https://doi.org/10.31078/jk1119
Widhy Andrian Pratama, dkk. (2025). Hak waris anak diluar nikah perspektif hukum Islam dan perdata. Jendela Hukum, 12(1), 5. https://doi.org/10.24929/jjh.v12i1.4220
Zahroul Firdausi Alfaiza, Wibowo, M. K. B., & Baehaqi, B. (2024). Perlindungan hak waris anak hasil perkawinan siri menurut Kompilasi Hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Hukmu, 3(1). https://doi.org/10.54090/hukmu.312














