Analisis Pasal 80 Ayat (4) Kompilasi Hukum Islam terhadap Peran Istri sebagai Pencari Nafkah Utama di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara Analysis of Article 80 Paragraph (4) of the Compilation of Islamic Law on the Role of Wives as Primary Breadwinners in Tanjung Tiram Subdistrict, Batu Bara Regency
Main Article Content
Abstract
Marriage in Islam positions the husband as the party obligated to provide maintenance for his wife and children, as stipulated in Article 80(4) of the Kompilasi Hukum Islam (KHI). However, the social dynamics of modern society show a shift in household roles, in which, under certain conditions, the wife becomes the primary breadwinner. This study aimed to analyze the role of the wife as the main breadwinner within household structures in Tanjung Tiram Subdistrict, Batu Bara Regency, and to examine this phenomenon from the perspective of Article 80(4) of the KHI. A descriptive qualitative approach with a juridical-sociological method was employed, with data obtained through interviews with five wives who act as primary breadwinners and analyzed using descriptive-qualitative techniques. The findings indicate that the wife’s role as the main breadwinner is driven by the husband’s inability to fulfill his maintenance obligations due to illness, unemployment, or age-related factors, so that the wife not only supports the family economy but also continues to carry domestic responsibilities and maintain household harmony. From the perspective of Article 80(4) of the KHI, the obligation of maintenance remains vested in the husband, but its implementation is based on the principle of capability; thus, the wife’s role as the primary breadwinner can be understood as a form of ta‘āwun (mutual assistance) and social adaptation under emergency conditions that is consistent with the principles of justice and family welfare in Islamic law.

Citation Metrics:
Downloads
Article Details

Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
References
Afrinal. (2023). Pemenuhan Hak Nafkah menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 serta Implementasinya di Kalangan Jama’ah. Sakena: Jurnal Hukum Keluarga, 8(2), 81–90. https://journals.fasya.uinib.org/index.php/sakena/article/view/495
Amanulah, Y., Widiyanto, H., & Mustahal, M. (2018). Analisis Kedudukan Istri sebagai Pencari Nafkah Utama: Telaah dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam dan Maslahah Mursalah. El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 1(2), 364–379. https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/faqih/article/view/1974
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jurnal IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
Arjani, N. H. Z., Pinky, D. H., Nurjayanti, A. P., Hafshoh, H., & Wismanto, W. (2024). Pernikahan dalam Islam Membina Keluarga yang Sakinah Mawaddah dan Rahmah. Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 2(1), 140–150. https://doi.org/10.61132/ikhlas.v2i1.292
Assaiq, M. R., Fatkhurrokhman, R., & Yumna, H. (2025). Aktualisasi Maqāṣid al-Syarī’ah dalam Peran Ganda Istri di Dusun Ngrancang, Yogyakarta. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 6(2), 138–157. https://doi.org/10.51675/ijil%20and%20cil.v6i2.1111
Ferdiansyah, M. I., & Wicaksono, T. (2025). Nafkah Istri dalam Perspektif Kesetaraan Gender: Analisis Kritis dengan Pendekatan Maqashid Al-Syariah. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(4), 209–523. https://doi.org/10.46773/usrah.v6i4.2629
Fiantika, F. R., Wasil, M., Honesti, L., & Jumiyati, S. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Global Eksekutif Teknologi. https://Metodologi_Penelitian_Kualitatif/links.pdf [Broken link]
Harahap, A. (2024). Peran Perempuan sebagai Tulang Punggung dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga. Jurnal Kajian Gender dan Anak, 8(1), 1–12. https://doi.org/10.24952/gender.v8i1.10880
Ihsan, M. Z. A., & Kumaini, R. (2025). Praktik Ta’awun dalam Rumah Tangga: Perempuan sebagai Penanggung Jawab Ekonomi Keluarga di Desa Sumberjambe. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(4), 92–110. https://doi.org/10.46773/usrah.v6i4.2332
Ma’arif, T. (2025). Relevansi Konsep Nafkah dalam Hukum Keluarga Islam terhadap Dinamika Kehidupan Modern. Al Fuadiy: Hukum Keluarga Islam, 7(2), 1–14. https://doi.org/10.55606/af.v6i2
Mathar, A. (2023). Istri Pencari Nafkah Keluarga (Perspektif Hukum Islam). Ainul Haq: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(1), 34–61. https://doi.org/10.46773/ainulhaq.v6i4.2629
Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum. Mataram University Press. https://eprints.unram.ac.id/20305/1/Metode%20Penelitian%20Hukum.pdf
Muslimah. (2021). Hak dan Kewajiban dalam Perkawinan. Ainul Haq: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 91–104. https://doi.org/10.46773/ainulhaq.v6i4.2629
Mutamakin, M., & Ansari. (2020). Kajian Filosofis Hukum Keluarga Islam sebagai Kewajiban Suami Memberikan Nafkah Istri dan Anak. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al Qur’an dan Hadist, 3(1), 47–82. https://doi.org/10.35132/albayan.v3i1.84
Nasution, U. R., & Pohan, S. H. (2021). Kedudukan Seorang Istri sebagai Pencari Nafkah Utama dalam Keluarga: Studi di Desa Aek Lancat, Lubuk Barumun, Padang Lawas, Sumatera Utara. Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, 6(1), 51–70. https://doi.org/10.14421/jkii.v6i1.1128
Netti, M., Nur, S., & Stiawan, T. (2024). Implikasi Kepala Rumah Tangga Tidak Mampu Memberi Nafkah dalam Mewujudkan Keutuhan. Hamalatul Qur’an: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, 6(1), 62–74. https://doi.org/10.37985/hq.v6i1.493
Noersy, A. M., Harahap, S., & Desky, A. F. (2024). Peran Perempuan dalam Membantu Perekonomian Keluarga di Desa Sambirejo Timur Kabupaten Deli Serdang. Jupendis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 2(4), 306–333. https://doi.org/10.54066/jupendis.v2i4.2314
Nurani, S. M. (2021). Relasi Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Analitis Relevansi Hak dan Kewajiban Suami Istri Berdasarkan Tafsir Ahkam dan Hadits Ahkam). Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies, 3(1), 98–116. https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v3i1.2719
Nurhayati. (2025). Wawancara dengan Istri sebagai Pencari Nafkah Utama [Komunikasi pribadi].
Putri, S. H. (2025). Upaya Hukum dalam Perlindungan Hak Nafkah Anak Akibat Perceraian Orang Tua. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(2), 664–675. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i2.18173
Rahmadhana, S., & Ahmad, E. H. K. (2025). Makna Infak sebagai Nafkah dalam Rumah Tangga Pasca Perceraian Perspektif Wahbah Az-Zuhaili. Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir, 1(4), 1–16. https://doi.org/10.47134/jsiat.v1i4.210
Sadriani, A. (2024). Konflik Peran Ganda dan Keharmonisan Rumah Tangga: Studi Kasus pada Wanita Karir di Kota Makassar. EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial, 1(2), 38–45. https://doi.org/10.62330/edusos.v1i02.178
Sadriani, A., Mappe, U. U., & Torro, S. (2025). Ketimpangan Peran Ekonomi dalam Rumah Tangga: Studi tentang Istri sebagai Pencari Nafkah Utama di Kabupaten Pinrang. Pinisi: Journal of Sociology Education Review, 5(1), 193–202. https://doi.org/10.26858/pjser.v5i1
Salmah. (2015). Nafkah dalam Perspektif Hadis: Tinjauan tentang Hadis Nafkah dalam Rumah Tangga. JURIS: Jurnal Ilmiah Syariah, 13(1), 92–102. https://doi.org/10.31958/juris.v13i1.1132
Siregar, M. P., & Siregar, F. A. (2023). Istri sebagai Pencari Nafkah Utama pada Keluargaparengge-Rengge (Pedagang Eceran di Pasar) di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan) Ditinjau dari Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 14699–14709.
Stefanie, E., & Rahayu, H. S. (2025). Standpoint Peran Perempuan dalam Keluarga (Studi Fenomenologi Perempuan Buruh Pabrik Garment di Desa Girijaya). Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial, 6(1), 1–16. https://doi.org/10.30829/komunikologi.v9i1.21291
Yasmin, A., & Munandar. (2025). Studi Tafsir Tematik Peluang Independent Woman sebagai Instrumen Stabilitas Ekonomi Keluarga di Kelurahan Kenangan Baru Perspektif Al-Misbah. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 15(2), 557–582. https://doi.org/10.47200/ulumuddin.v15i2














